Site Logo

institut kewarganegaraan indonesia

kita satu, kita sama, kita setara, satu tujuan: indonesia

WAWANCARA DENGAN HARRY TJAN SILALAHI (5)

Dikirim pada 20 Sep 2013 283 dilihat

WAWANCARA DENGAN HARRY TJAN SILALAHI (5)

 

PARTAI POLITIK SEKARANG INI KURANG BERPERAN DENGAN BAIK

 

Bagaimana pandangan Bapak mengenai kehidupan politik dan partai politik kita dewasa ini?

Partai politik sekarang ini kurang berperan dengan baik. Partai tidak membawakan aspirasi rakyat. Pimpinan terserap perhatiannya hanya untuk berkuasa. Mereka turut berlomba memperkaya diri dengan korupsi. Kalau ini terus menerus terjadi, wah repot sekali bangsa kita ke depan.

 

Apa dampaknya bagi Indonesia pada masa datang kalau kondisi seperti ini terus terjadi?

Saya perkirakan Indonesia pasti sulit menjadi bangsa yang maju, modern, sejahtera, dan demokratis. Memang akan ada kemajuan, tapi sangat lambat. Negara kita akan makin jauh tertinggal dari negara-negara lain yang lebih tertib, bersih dalam artian jauh dari korupsi, dan menjunjung tinggi hukum dan demokrasi.`

 

Di tengah pesimisme tersebut, masih adakah optimisme Bapak?

Sebagai manusia, tentu kita juga harus punya sisi optimisme. Saya percaya dengan generasi muda. Saya optimis dengan kaum muda. Saya yakin, suatu hari generasi muda menolak ini semua.

 

 

Lalu apa yang akan dilakukan kaum muda?

Saya punya keyakinan, mereka, kaum muda tersebut akan membangun kembali Indonesia agar sesuai dengan cita-cita Proklamasi dan cita-cita para pendiri negara.

 

Sebaiknya apa bekal bagi kaum muda untuk mengubah kondisi ini?

Patriotisme harus ditumbuhkan. Anak-anak muda harus mencintai tanah air ini, menghargai sesama. Dan penting untuk selalu diingatkan bahwa landasan kita adalah pluralisme dalam bentuk Bhinneka Tunggal Ika dan dilandaskan dengan falsafah negara Pancasila. (Bersambung) *Rofiqul Umam Ahmad