Site Logo

institut kewarganegaraan indonesia

kita satu, kita sama, kita setara, satu tujuan: indonesia

Rapat Pleno IKI 2013

Dikirim pada 26 Des 2013 22.822 dilihat

Rapat Pleno IKI 2013

Pengurus Institut Kewarganegaraan Indonesia telah melaksanakan program kerja tahunan yang telah disahkan sejak November 2012. Sebagaimana telah ditentukan, di akhir tahun 2013 ini pengurus telah melaksanakan Rapat Pleno dihadiri seluruh organ yayasan, yakni pembina, pengawas, dan pengurus guna melakukan evaluasi terhadap keseluruhan program kerja 2013 dan mendapatkan masukan mengenai rancangan program kerja 2014.

Rapat Pleno IKI dilaksanakan pada hari Jumat, 18 Desember 2013 bertempat di Wisma Indocement Lantai 21 Jl. Jenderal Sudirman Kav. 75-77 Jakarta. Dibuka langsung oleh Ketua Umum Drs. H. Slamet Effendy Yusuf, M.Si yang memaparkan tentang capaian-capaian IKI selama satu tahun menjalankan program kerja. Ia menyampaikan bahwa  sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Garis Besar Program Kerja IKI 2012-2013, program kerja dibagi dalam dua cakupan yakni program internal dan eksternal.

Program Internal meliputi konsolidasi internal IKI melalui kegiatan Rapat Pengurus dua bulan sekali, dan Rapat Lengkap tiga bulan sekali, selain itu juga menggerakkan roda organisasi terutama melalui aktivitas kesekretariatan. Sementara program eksternal meliputi sosialisasi, advokasi dan kampanye dalam upaya penyelesaian masalah kewarganegaraan dan kependudukan serta penghapusan diskriminasi ras dan etnis, penerbitan buku, pengkajian masalah kewarganegaraan dan kependudukan, serta komunikasi intensif dan kerjasama dengan lembaga pemerintah dan non pemerintah.

Pembina menyatakan menerima dan memberi apresiasi kepada pengurus yang dinilai telah bekerja keras apabila melihat capaian yang telah diperoleh pada tahun 2013. Salah satu yang penting menurut Pembina adalaha terjadinya perubahan UU Adminduk yang membebaskan biaya bagi seluruh pengurusan dan penerbitan dokumen kependudukan serta berlakunya stelsel aktif bagi negara.  Mengenai rencana kerja IKI 2014, Pembina diantaranya Bapak Osbert Lyman dan Murdaya Widyawimartha Poo yang juga hadir bersama wakil bendahara yakni Karuna Murdaya, menggarisbawahi pentingnya kegiatan untuk menginventarisir berbagai peraturan perundangan yang masih diskriminatif dan rencana pengurus menyangkut kurikulum pendidikan kewarganegaraan.

Ketua I, Franky Welirang menyatakan bahwa “persoalan tersisa terkait kewarganegaraan dan kependudukan perlu mendapatkan perhatian serius, terutama orang-orang ataupun anak turunan dari mereka yang pernah terdampak oleh kebijakan Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 1959 tentang Larangan Bagi Usaha Perdagangan Kecil dan Eceran yang Bersifat Asing Di Luar Ibukota Daerah Swatantra Tingkat I Dan II Serta Karesidenan. Kita harus dorong penyelesaian yang tuntas dan komprehensif.” Ujarnya.

Rapat akhirnya ditutup dengan kesimpulan diterimanya laporan akhir tahun yang telah disusun pengurus, dan ditetapkannya rancangan program kerja pengurus IKI 2014 setelah mendapatkan penajaman dan penyempurnaan dari Pembina. Semoga 2014 menjadi tahun penuh kreativitas dan karya monumental bagi Institut Kewarganegaraan Indonesia, untuk senantiasa mendorong terciptanya pelayanan publik yang adil dan tanpa diskriminasi bagi seluruh kelompok, terwujudnya tertib Adminduk dan kesetaraan, kesamaan, serta kesatuan seluruh anak bangsa. (esa)