Site Logo

institut kewarganegaraan indonesia

kita satu, kita sama, kita setara, satu tujuan: indonesia

Presiden Joko Widodo:  PON XX Papua Panggung Persaudaraan, Kesetaraan, Keadilan dan Kemajuan Masyarakat Papua

Dikirim pada 5 Okt 2021 78 dilihat

 Presiden Joko Widodo:  PON XX Papua Panggung Persaudaraan, Kesetaraan, Keadilan dan Kemajuan Masyarakat Papua
Keterangan: Presiden Joko Widodo pada pembukaan PON XX di Papua

 

 

PAPUA, IKI

Pekan Olarga Nasional XX (PON XX ) yang digelar di Papua selain kompetisi olah raga nasional, kali ini PON mengusung semangat persatuan, persaudaraan, kesetaraan serta kemajuan bagi masyarakat Papua, tegas Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pembukaan PON di Stadion Lukas Enembe,  Papua, Sabtu (2/10/21).

 

Total 7.039 atlet akan berlaga dengan rincian 4.161 atlet pria dan 2.878 atlet perempuan.

Publik  melihat bahwa penyelenggaraan PON XX di Papua merupakan langkah politik Presiden Joko Widodo di tengah memanasnya situasi terkini tentang Papua mulai dari isu keamanan wilayah di timur Indonesia itu. 

Sementara DR.  Emrus Sihombing, Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), mengapresiasi penyelenggaraan PON XX di Papua terutama kesiapan infrastruktur yang telah dibangun Jokowi selama hampir dua periode, telah dapat digunakan saat ini.

 

Penyelenggaraan PON di Papua tidak sekedar langkah Politik Presiden Jokowi, ini merupakan tanggung jawab negara yang diemban Jokowi dalam memajukan Indonesia seluruhnya termasuk Papua, jelas Emrus.

“Olah raga mengajarkan manusia nilai-nilai kejujuran, kebersamaan, persatuan dan kesetaraan untuk kesejahteraan bersama”, ujar Sihombing.

Menanggapi polemik Papua yang terjadi saat ini, lagi-lagi Emrus mengatakan sebagian orang membentuk opini bahwa Indonesia melanggar hak asasi manusia (HAM), padahal korban kekerasan yang terjadi di Papua saat ini adalah dari kedua belah pihak.

 

“Memang ada sebagian pihak yang sengaja membuat opini untuk kepentingan politik mereka seolah-olah, Papua tidak aman”, ujar Sihombing.

Tantangan kita selanjutnya ujar Sihombing adalah keberlanjutan pembangunan daerah Papua setelah Joko Widodo tidak lagi berkuasa.