Site Logo

institut kewarganegaraan indonesia

kita satu, kita sama, kita setara, satu tujuan: indonesia

Orang Malas Urus Akte Kelahiran karena Mahal & Berbelit

Dikirim pada 1 Sep 2021 385 dilihat

Orang Malas Urus Akte Kelahiran karena Mahal & Berbelit
Keterangan: Berbelitnya Prosedur Memicu Penduduk Tidak Mengurus Akta Kelahiran

Penulis: Aisyah - Okezone JAKARTA - Organisasi internasional pengembangan masyarakat dan kemanusiaan yang mengurusi anak, Plan Indonesia, menemukan masih banyak anak Indonesia yang tidak memiliki akta kelahiran. Hal ini dikarenakan masih tingginya biaya dan birokrasi yang berbelit-belit. Berdasarkan survei yang dilakukan, Plan Indonesia menemukan sebanyak 63 persen responden tidak pernah sama sekali mengurus akta kelahiran dan sebesar 37 persen keluarga anak jalanan pernah mencoba mengurus akta kelahiran bagi anak mereka. Faktor penyebab mereka malas mengurus akta kelahiran ialah tingginya biaya. Tak hanya itu, ketidaklengkapan dokumen yang membuat proses pengurusan dianggap berbelit-belit juga menjadi alasan mereka. "Pada akhirnya mereka yang pernah mencoba pun gagal, karena dokumen syarat seperti Surat Kenal Lahir, Surat Laporan Kelahiran dari kelurahan, Kartu Keluarga atau Surat Domisili, Surat Nikah/cerai orangtua mereka tidak lengkap," ungkap Manajer Program Perlindungan Anak, Plan Indonesia, Amrullah, dalam siaran pers kepada Okezone, Selasa (26/2/2013). Menurutnya, pemberian akte kelahiran merupakan kewajiban dan hak azasi seorang anak. Ini sesuai dengan amanat konstitusi. Plan Indonesia sebagai salah satu oraganisasi pengembangan masyarakat sejak tahun lalu mencoba melaksanakan program ‘Akta Kelahiran untuk Anak Jalanan di DKI Jakarta’ untuk mengatasi masalah ini. Program ini diadakan untuk meningkatkan kesadaran anak jalanan dan keluarga mengenai pencatatan kelahiran, dan menyediakan akses pelayanan publik yang mudah dan terjangkau untuk pencatatan kelahiran. “Secara politis, negara wajib mengembangkan sistem yang dapat menjamin terciptanya kesejahteraan dan perlindungan anak. Upaya ini semua harus masuk dalam semua perencanaan nasional dan kebijakan di level pemerintah, termasuk menjamin penyediaan anggaran yang memadai untuk pelayanan kesejahteraan anak,” ujar Amrullah. Sebelumnya survei ini dilakukan terhadap 567 keluarga dan 700 anak jalanan sebagai responden di lima wilayah DKI Jakarta, sepanjang  bulan Oktober-November 2012 lalu. (put) Sumber: http://jakarta.okezone.com/read/2013/02/26/500/767683/orang-malas-urus-a...