Site Logo

institut kewarganegaraan indonesia

kita satu, kita sama, kita setara, satu tujuan: indonesia

Lahir dan Besar di Panti Asuhan

Dikirim pada 4 Feb 2020 258 dilihat

Lahir dan Besar di Panti Asuhan

Namanya Yesaya, umur 22 tahun, perawakannya sedang, halus tutur katanya dan sangat hati-hati dalam berbicara. Diceritakan, bahwa sejak bayi diasuh di salah satu panti dan disekolahkan di SD Pakulonan II, dan SMP PGRI 396 Kelapa Dua, Tangerang.

Setelah panti tempatnya bernaung ditutup untuk sementara waktu, maka mulai bulan Pebruari 2014 Yesaya bersama dua “adik” nya Elia Vicky 15 tahun yang mirip etnis Tionghoa dan Elisa Agung 13 tahun yang mirip etnis Indonesia bagian timur, diasuh di Panti Asuhan Griya Asih, Jl. Murdai I No.1, RT.8/RW.13, Cempaka Putih Barat, Kec. Cempaka Putih, Jakarta Pusat – sebuah panti asuhan yang didirikan Ibu Pandoyo dan Romo Hendra Suteja, SJ tahuj 1996.

Di panti asuhan Griya Asih, Yesaya disekolahkan di SMK Francisco, Kampung Ambon, dan saat ini sudah duduk di semester VI Fakultas Sistem Informasi Universitas Jayakarta, Jakarta.

Yesaya, termasuk anak panti yang paling tua usianya, oleh karena itu oleh Alexander Joseph Suwardi pengurus Yayasan Griya Asih, Yesaya ditunjuk untuk menjadi kepala  dalam pembuatan kartu keluarga panti yang beranggotakan 45 anak-anak.

Sebagai anak panti, Yesaya tidak berkecil hati dan minder dalam pergaulannya, namun sebaliknya, dia cukup tangguh untuk berusaha memperbaiki nasibnya dan nasib “adik-adik”nya. Tidak ada tetes air mata, tidak ada kesedihan dan dendam, tetapi berkeyakinan bahwa ‘Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang, kalau orang itu tidak mau’, sebagaimana orang yang tidak mau bekerja maka tidak akan mendapatkan hasil, maka setiap pagi sampai sore hari dia bekerja di toko  alat kesehatan (PT Indonesia Sentosa Abadi) di wilayah Johar Baru, dan dengan upahnya yang UMR ini bisa untuk kuliah pada malam harinya di Fakultas Sistem Informasi Universitas Jayakarta, Jakarta. Sungguh suatu perjuangan hidup yang patut diapresiasi.

“Mohon doa nya pak Prasetyadji dan pak Swandy Sihotang, semoga dua semester lagi saya bisa menyelesaikan kuliah, dan bisa membantu ‘adik-adik’ saya”, katanya lirih

Saat ini, kepengurusan dokumen kependudukan Yesaya dan ‘adik adik’nya di panti asuhan Griya Asih sedang dibantu dan difasilitasi oleh Yayasan Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Propinsi DKI Jakarta.

Semoga Yesaya, pemuda rendah hati dari panti asuhan Griya Asih ini dapat menginspirasi anak-anak yang lain untuk bersemangat dan berberjuang guna memperbaiki kehidupannya menjadi lebih baik.(IKI/Adj)