Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

Kata Ombudsman soal Data Lansia untuk Vaksinasi

Seorang dokter sedang menanyakan data Calon Penerima Vaksin Covid 19

Program vaksinasi untuk warganegara berusia lanjut atau lansia telah dilaksanakan di Jakarta dan berbagai daerah lainnya, setelah vaksinasi untuk tenaga kesehatan. Namun Ombudsman Jakarta Raya menyatakan telah menerima informasi terkait masalah pendaftaran untuk program vaksinasi covid-19 bagi lansia dan tenaga kesehatan. "Temuan banyak, tapi belum pada tahap laporan," ujar Teguh Nugroho, Ketua Ombudsman Jakarta.

Teguh menyatakan bahwa pangkal permasalahan pendaftaran proses vaksinasi khususnya untuk kelompok lansia terjadi karena data yang disajikan Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, belum siap. Di sisi yang lain, program vaksinasi masih mengandalkan data top down dari Kemenkes hingga saat ini. Padahal datanya tidak dapat memilah klaster penerima vaksin covid-19 sebab merupakan gabungan dari data adminduk, BPJS Kesehatan, JKS dan semua data nasional, yang masuk ke dalam data Peduli Lindungi.

Kementerian Kesehatan terlalu percaya diri menurut Teguh, dalam menggunakan data mereka sendiri padahal datanya belum terintegrasi hingga tingkat daerah. Akibatnya adalah banyak yang sudah melakukan pendaftaran secara online di situs Kemenkes, tapi tidak terdaftar di puskesmas atau faskes di daerah yang bersangkutan.

Ditjen P2P saat ini masih memperbaiki data tersebut dan meminta daerah melakukan data manual secara bottom up atau langsung ke warga. Pendaftaran manual ini terdapat dua cara, yakni mendaftar secara online dan melalui ketua lingkungan atau RT/RW. Tugas pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan atau puskesmas adalah melakukan verifikasi data, yang awalnya bukan kewajiban soal itu. Hal ini terjadi karena data yang bersifat top down dari Kemenkes tersebut.

Salah satu kejadian dialami Susanti, 64 tahun, yang mengaku bingung karena ditolak oleh petugas Puskesmas Kecamatan Palmerah yang bertugas di SDN 09, untuk melaksanakan vaksinasi pada 22 Maret kemarin. Alasannya, nama Susanti tak terdaftar di data puskesmas sebagai penerima vaksin Covid-19. Padahal dia telah daftar secara online melalui situs Kemenkes. "Saya daftar online, tapi (data) di puskesmas tidak ada. Kok lucu," ucap warga RW 06 Kelurahan Palmerah ini.

Salah satu petugas di SDN 09 mengatakan, Susanti harus mendaftar terlebih dulu di tingkat RT. "Kalau langsung on the spot enggak bisa," ujar petugas ini kepada Susanti. Susanti lalu pulang bersama sang suami. Suaminya juga lansia yang awalnya berniat ikut vaksinasi Covid-19 di SDN 09 Palmerah saat itu. 

Sumber: 

https://metro.tempo.co/read/1439935/vaksinasi-covid-19-lansia-bermasalah...

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
3 + 9 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.

Berita

Seorang dokter sedang menanyakan data Calon Penerima Vaksin Covid 19
Kata Ombudsman soal Data Lansia untuk Vaksinasi
Dirjen Dukcapil Zudan Arif saat penandatanganan MoU
Data Dukcapil dan Program Vaksinasi Covid 19
Vaksin Covid 19
Bagaiamana Persiapan sebelum Vaksin?
Program Vaksinasi Massal sudah Dimulai Januari 2021
Cara Cek Sudahkah Terdaftar sebagai Penerima Vaksin?
Suasana perekaman KTP Elektronik di Blora pada masa pandemi
New Normal Perekaman KTP

Copyright © 2016.Institut Kewarganegaraan Indonesia, Wisma 46, Lantai 14, Ruang 14-16, Kota BNI, Jl Jenderal Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat (10220).