Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

IKI temui Kompolnas soal BAP untuk Akta Kelahiran

IKI bertemu salah seorang Komisioner Kompolnas

Akta kelahiran merupakan salah satu dokumen dasar yang demikian penting bagi seorang anak manusia dimanapun berada, karena akta kelahiran akan menjamin mengenai identitas diri, hubungan dengan orang tua, dan kewarganegaraan seseorang. Tingkat kepemilikan akta kelahiran di Indonesia memang masih rendah, apalagi di kalangan anak-anak yang tidak jelas keberadaan orang tuanya karena kesulitan untuk memenuhi persyaratan pengurusan akta kelahiran.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan pada Pasal 28 secara tegas mengatur bahwa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari kepolisian adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh anak-anak yang tidak jelas keberadaan orang tuanya untuk mendapatkan akta kelahiran. Permasalahannya adalah, meskipun telah ada kesepakatan bersama berbagai kementerian dan Polri dalam hal akta kelahiran, tapi tampaknya kepolisian hingga saat ini belum memiliki format BAP yang cocok untuk keperluan sebagaimana disebut di atas.

Format BAP yang ada selama ini lebih pada fungsi pro justicia, sehingga cukup janggal bila digunakan untuk keperluan pembuatan akta kelahiran anak-anak yang tidak diketahui keberadaan orang tuanya. Oleh karena itu, Institut Kewarganegaraan Indonesia yang memang memiliki concern terhadap persoalan akta kelahiran melakukan beberapa langkah diantaranya menemui Prof. Adrianus E. Meliala, Ph.D komisioner Komisi Kepolisian Nasional disingkat Kompolnas.

IKI diterima di kantor Kompolnas yang terletak di daerah Jakarta Selatan, Kamis 4 Juni 2015. Ketua III IKI, Drs. Saifullah Ma’shum memimpin rombongan didampingi Sekjen Indradi Kusuma, peneliti Prasetyadji dan Eddy Setiawan. IKI menyampaikan inti persoalan terkait keperluan BAP dalam pengurusan akta kelahiran bagi anak-anak yang tidak diketahui keberadaan orang tuanya, sementara format BAP yang ada kurang sesuai untuk keperluan tersebut. Pihak kepolisian di polsek maupun polres juga tampaknya belum begitu memahami adanya ketentuan mengenai BAP bagi anak-anak yang tidak diketahui keberadaan orang tuanya.

Adrianus selaku komisioner Kompolnas menyambut baik masukan dari IKI, dan berjanji akan mempelajari terlebih dahulu persoalan ini untuk kemudian dibicarakan bersama Polri, sehingga nantinya diharapkan dapat ditemukan format yang tepat untuk keperluan pembuatan akta kelahiran bagi anak-anak yang tidak diketahui keberadaan orang tuanya. @esa 

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
9 + 0 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.

Berita

Relawan IKI melayani warga tangerang di stand pelayanan Disdukcapil pada Festival Cisadane
Ada Layanan Dukcapil di Festival Cisadane
Upgrade Customer Service Disdukcapil Se-Banten
Itsbat Nikah Gratis untuk 48 Pasangan di Lebak
Warga Cikande Antusias Urus Dokumen Kependudukan
Menjangkau Perbatasan Blora

Copyright © 2016.Institut Kewarganegaraan Indonesia, Wisma 46, Lantai 14, Ruang 14-16, Kota BNI, Jl Jenderal Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat (10220).