Site Logo

institut kewarganegaraan indonesia

kita satu, kita sama, kita setara, satu tujuan: indonesia

IKI Jajaki Kerjasama dengan UNISMA dan UIN

Dikirim pada 10 Apr 2021 157 dilihat

IKI Jajaki Kerjasama dengan UNISMA dan UIN

Mahasiswa adalah salah satu bagian dari kaum muda yang secara jumlah menempati posisi tertinggi dalam piramida penduduk Indonesia. Inilah yang dikatakan sebagai bonus demografi, yang membutuhkan perhatian serius agar Indonesia benar-benar dapat menikmatinya sebagai bonus bukan sebagai petaka. Institut Kewarganegaraan Indonesia yang biasa dikenal sebagai IKI, sejak 2020 juga mulai memberikan perhatian lebih serius terhadap potensi kaum muda, diantaranya mahasiswa.

 

Program IKI untuk mengadvokasi pemenuhan hak warganegara akan identitas hukum berupa dokumen kependudukan dan pencatatan sipil, rencananya akan dikolaborasikan dengan pihak kampus yang salah satu pilarnya adalah pengabdian masyarakat. IKI pada 7 April 2021 telah melakukan kunjungan ke Universitas Islam Malang, setelah sebelumnya pernah bekerjasama menyelenggarakan webinar mengenai administrasi kependudukan untuk kalangan milenial.

 

Tim IKI yang terdiri dari Eddy Setiawan dan Riska El Haris siang itu ditemui oleh Bapak Zuhkhriyan Zakaria dari Lembaga Penelitan dan Pengabidan Masyarakat (LPPM) UNISMA. Perkenalan dan perbincangan antara tim IKI dan LPPM UNISMA berlangsung hangat dan produktif. Eddy dan Riska menjelaskan latar belakang dan sejarah serta kerja-kerja IKI terkait isu kewarganegaraan, administrasi kependudukan serta penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

 

Pada kesempatan tersebut, seperti biasa tim IKI menyerahkan brosur, buku-buku laporan tahunan, jurnal serta buku karya para peneliti IKI, yang diterima dengan baik oleh Bapak Zukhriyan yang juga menyampaikan kekagumannya terhadap kerja-kerja IKI yang demikian konsisten sebagaimana tergambar dalam laporan tahunannya. Terkait kemungkinan kerjasama, IKI menawarkan untuk memberikan pelatihan kepada mahasiswa terkait isu kependudukan dan pencatatan sipil bagi warga desa pada masa Kuliah Kerja Nyata. “KKN dengan tema pendampingan masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan dan pencatatan sipilnya mungkin bisa jadi salah satu pilihan” demikan tawaran yang disampaikan Eddy.

 

Tawaran tersebut pada prinsipnya menurut Zukhriyan bisa sejalan dengan kegiatan KKN mahasiswa Unisma, yang selama ini juga diselenggarakan dengan konsep tematik. “Hanya saja kalau untuk saat ini, akibat pandemi kegiatan KKN yang beresiko sementara digantikan dengan kegiatan individu mahasiswa di RT atau RWnya.” ujarnya. Namun ke depan, tentu kerjasama ini menarik untuk ditindaklanjuti bersama sehingga programnya akan bermanfaat secara langsung dalam membantu warga desa memiliki dokumen kependudukan yang rapi, sekaligus membantu negara mewujudkan database kependudukan yang valid. Selain UNISMA, juga dilakukan pertemuan dengan Ibu Umrotul Hasanah dari UIN di kediaman beliau, yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Ibu Umrotul berharap ke depannya dapat dijalin kerjasama yang baik dengan IKI karena apa yang ditawarkan sangat konkret dan bermanfaat bagi kegiatan pengabdian masyrakat yang wajib dilakukan mahasiswa. @esa