Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

Harapan Baru untuk Anak Panti Asuhan

Rofiqul Umam Ahmad, M.Si (Wakil Sekretaris I IKI) turut mendampingi proses Konsultasi dan Verifikasi Berkas yang diajukan Panti Asuhan

Fakir miskin dan anak telantar dipelihara oleh negara, demikianlah amanat Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Anak-anak yatim piatu adalah bagian dari anak-anak yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara, namun kerap terabaikan, salah satunya adalah dalam hal pemenuhan hak akan akta kelahiran.

Kementerian Dalam Negeri baru saja menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2016 yang diantaranya memperingan persyaratan untuk memperoleh akta kelahiran bagi anak-anak yang tidak jelas asal usul dan keberadaan orang tuanya, dimana BAP Kepolisian dapat diganti dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak disingkat SPTJM dari pengurus panti asuhan. Peraturan menteri tersebut juga mengatur format baru akta kelahiran untuk anak-anak dalam kategori tersebut di atas, sehingga lebih manusiawi karena dalam format tidak lagi ada isian nama ibu dan ayah.

Menindaklanjuti hal tersebut IKI telah mengadakan sosialisasi, diantaranya adalah yang telah dilaksanakan di Kota Bekasi pada 21 April 2016 bertempat di Ruang Pertemuan Disdukcapil Kota Bekasi. Selanjutnya IKI bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bekasi melakukan Konsultasi dan Verifikasi terhadap panti asuhan-panti asuhan yang telah mengikuti sosialisasi pada 19 Mei 2016.

Pengurus panti asuhan antusias membawa berkas-berkas persyaratan untuk mengurus akta kelahiran bagi anak-anak asuhnya, untuk kemudian diperiksa dan mendapat arahan lebih lanjut dari petugas Dukcapil Kota Bekasi. Berbagai persoalan terkait dokumen persyaratan, riwayat anak yang kompleks dan lain-lain dikonsultasikan secara langsung dan mendapat perhatian serius dari Kepala Seksi Pencatatan Kelahiran, Kematian, adopsi, dan ganti nama Disdukcapil Kota Bekasi Tjahjaning Dyah Nugrahani, S.H, M.Si.

Sebanyak 6 panti asuhan yang berdomisili di Kota Bekasi yakni: P.A Darrutaubah, Al Chaeriyah, Ibadurrahman, Heronimus, Al Amanah, dan Guardian Angel hadir dan telah melakukan konsultasi dan verifikasi terhadap 66 berkas permohonan. Meskipun tidak seluruh pengajuan tersebut dapat diproses saat itu, karena sebagian ada yang terkendala Kartu Keluarga yang sudah berubah, perbedaan nama dan lain-lain namun seluruh pengurus panti asuhan menyatakan sangat senangn karena anak-anak asuhnya setelah bertahun-tahun sebagian besar akan segera mendapatkan akta kelahiran, sesuatu yang tidak terbayangkan sebelumnya karena harus memenuhi persyaratan BAP Kepolisian yang tidak pernah bisa dipenuhi. @esa

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
9 + 3 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.

Berita

Tim IKI berkunjung ke LPPM UNISMA
IKI Jajaki Kerjasama dengan UNISMA dan UIN
Bantuan Sosial untuk Masyarakat Rentan
Bansos IKI 2021 untuk Masyarakat Kecil, Lemah, Miskin, Tertindas, dan Difabel
Pemulung di Rawalumbu mendapat Paket Bantuan Jelang Ramadhan
Solidaritas Sosial IKI Jelang Ramadhan
DIskusi Rutin Kewarganegaraan
Tadarus Kewarganegaraan 2021
Duta Perubahan Perilaku Satgas Covid-19
Duta Perubahan Perilaku Satgas Covid-19

Copyright © 2016.Institut Kewarganegaraan Indonesia, Wisma 46, Lantai 14, Ruang 14-16, Kota BNI, Jl Jenderal Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat (10220).