Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

Diskusi IKI: SUAMI WN PAKISTAN SULIT MASUK INDONESIA

Tampak Sylvia Butt dari Indome for Pakistan sedang mengikuti diskusi

IKI-JAKARTA. Perempuan WNI yang bersuamikan WN Pakistan mengeluhkan perlakuan diskriminatif yang dilakukan pihak Imigrasi. Suaminya sulit masuk ke Indonesia karena pemeriksaan yang sangat ketat oleh Imigrasi. “Ketika saya tanyakan kepada Imigrasi, mereka menjawab karena di Pakistan banyak terjadi terorisme,” ungkap Sylvi Butt dalam sesi dialog pada Diskusi Terbatas “Evaluasi Pelaksanaan regulasi Hak-hak Kewarganegaraan dan Kependudukan”, Kamis (3/10) lalu di Jakarta.

Sylvi Butt ang bersuamikan WN Pakistan berusaha meyakinkan pihak Imigrasi bahwa selama ini tidak pernah ada orang Pakistan yang mengebom atau melakukan terorisme di Indonesia. “Tetapi tetap saja suami saya dipersulit kalau mau masuk ke Indonesia,” ujar Sylvi yang aktif di organisasi Indome for Pakistan itu.

Setelah mendesak pihak Imigrasi, akhirnya Sylvi Butt mendapatkan informasi dari Imigrasi bahwa sikap Imigrasi yang sangat ketat tersebut ternyata karena tekanan Amerika. “Amerika yang menekan Imigrasi supaya bersikap ketat seperti itu,” ungkap Sylvi.

Diskusi terbatas yang diselenggarakan Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) tersebut dihadiri sekitar 40-an orang yang datang dari berbagai kalangan, baik dari pemerintah maupun dari ormas, LSM, dan perkumpulan marga Tionghoa. Dari instansi pemerintah hadir dari Kemendagri dan  Suku Dinas Catatan Sipil Tangsel, Jaksel, serta Jakbar. Dari kalangan LSM hadir KCSK, KPC Melati, Srikandi, GPPAS Indonesia, Indome for Pakistan, Plan Indonesia. Dari ormas hadir perwakilan Hikmabudhi dan dari perkumpulan masyarakat Tionghoa hadir utusan dari Marga Tjioe dan Jia Xiang. Dari IKI hadir Ketua Umum IKI Slamet Effendy Yusuf, Sekretaris Umum Indradi Kusuma, Ketua III Saifullah Ma’shum, Sekretaris I Rofiqul Umam Ahmad, serta tiga peneliti IKI, Prasetyadji, Eddy Setiawan, dan Isyanto. Diskusi terbatas tersebut dipandu oleh peneliti IKI Eddy Setiawan. (rofiqul umam ahmad)

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
7 + 5 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.

Berita

Tim IKI berkunjung ke LPPM UNISMA
IKI Jajaki Kerjasama dengan UNISMA dan UIN
Bantuan Sosial untuk Masyarakat Rentan
Bansos IKI 2021 untuk Masyarakat Kecil, Lemah, Miskin, Tertindas, dan Difabel
Pemulung di Rawalumbu mendapat Paket Bantuan Jelang Ramadhan
Solidaritas Sosial IKI Jelang Ramadhan
DIskusi Rutin Kewarganegaraan
Tadarus Kewarganegaraan 2021
Duta Perubahan Perilaku Satgas Covid-19
Duta Perubahan Perilaku Satgas Covid-19

Copyright © 2016.Institut Kewarganegaraan Indonesia, Wisma 46, Lantai 14, Ruang 14-16, Kota BNI, Jl Jenderal Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat (10220).