Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

BIAYA AKTA LAHIR BISA 1 JUTA RUPIAH

Biaya membuat akta lahir bagi anak tidak murah. Pengalaman di Provinsi Kepri menunjukkan biaya pembuatan akta kelahiran anak sampai 1 juta rupiah. Bahkan kalau ditambah dengan biaya membuat surat nikah orang tuanya menjadi 3 juta rupiah. Demikian dikemukakan Robert Njo, Ketua II Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) dalam audiensi pengurus IKI dengan Meneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Linda Amalia Sari, di kantor Kemeneg PP dan PA, Rabu (20/3).
Robert Njo menambahkan, terdapat informasi bahwa di Provinsi Kepri masih terdapat sekitar 140.000 orang yang mempunyai masalah terkait dengan kewarganegaraan, yakni tidak mempunyai akte kelahiran. “Kondisi geografis Kepri yang terdiri dari ratusan pulau sangat menyulitkan bagi warga Kepri untuk mengurus akta lahirnya. Apalagi kalau terlambat satu tahun, mereka harus ke pengadilan dulu yang boleh jadi harus menyeberang pulau,” ujar Ketua II IKI ini. Ia menambahkan di pengadilan pun ada biaya-biaya yang harus dikeluarkan oleh warga masyarakat yang akan mengurus akta lahir.
Delegasi IKI yang dipimpin Ketua Umum IKI Slamet Effendy Yusuf tersebut menemui Meneg PP dan PA untuk menyampaikan berbagai permasalahan terkait masih sangat banyaknya anak Indonesia belum mempunyai akta lahir. Beberapa faktor diantaranya adalah mahalnya biaya  dan rumit dan sulitnya pengurusan pembuatan akta lahir apabila telah melampaui batas waktu satu tahun.
Menanggapi hal ini, Meneg PP dan PA menyebutkan saat ini pemerintah terus berupaya mempercepat pembuatan akta kelahiran bagi anak Indonesia. Salah satunya setiap daerah menyediakan dana APBD untuk membiayai pembuatan akta lahir anak. “Untuk hal ini, Mendagri telah menerbitkan surat edaran kepada bupati dan walikota”, ujar Linda Amalia Sari.
Terkait dengan adanya biaya-biaya pembuatan akta lahir yang memberatkan warga masyarakat di pengadilan negeri, Meneg PP dan PA Linda Amalia Sari menyatakan akan membicarakan hal tersebut dalam rakor kementerian.
Dalam pertemuan itu, IKI juga menyampaikan kesiapannya untuk membantu program pemerintah untuk mempercepat pembuatan akta lahir bagi anak Indonesia.
Selain Ketua Umum IKI Slamet Effendy Yusuf dan Ketua II IKI Robert Njo, pengurus IKI lainnya yang hadir pada pertemuan itu adalah Sekretaris Umum Indradi Kusuma, Bandahara Umum Leopard Lyman, Sekretaris II Rofiqul Umam Ahmad, dan para peneliti IKI Prasetyadji, Eddy Setiawan, dan Isyanto. Sementara Meneg PP dan PA didampingi oleh Deputi Bidang Perlindungan Anak Y. Puspito, Staf Ahli Erma Sofwan Sjukri, dan Asisten Deputi Bidang Hak Sipil Anak Rudy Puspito.* (rofiq)

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
11 + 1 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.