Site Logo

institut kewarganegaraan indonesia

kita satu, kita sama, kita setara, satu tujuan: indonesia

10 Oktober Hari Kesehatan Mental menuju Kesetaraan Spiritual dan Raga

Dikirim pada 10 Okt 2021 52 dilihat

10 Oktober Hari Kesehatan Mental menuju Kesetaraan Spiritual dan  Raga
Keterangan: ISTIMEWA

 

JAKARTA, IKI

 

“Sebagaimana embun yang duduk saling menyejukkan, belajar untuk saling menyejukkan di keluarga. Terutama dengan cara saling menerima dan saling mendengarkan. Sekaligus, itulah persiapan paling meyakinkan menuju usia tua.”

— Guruji Gede Prama

 

 

Tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia atau Hari Kesehatan Jiwa Sedunia. Seperti sebelum-sebelumnya, ada tema khusus yang diangkat di 2021.

 

Kesetaraan dalam Kesehatan Jiwa untuk Semua


Melalui isu itu, setiap  negara diharapkan dapat memberikan akses layanan yang lebih luas dan lebih besar agar kesehatan mental lebih terjamin dan setara dengan kesehatan fisik lainnya.

 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia 2021 menyukil  dampak pandemi COVID-19. Disebutkan, pandemi memberikan dampak serius pada kesehatan mental seseorang.

Beberapa kelompok yang secara khusus rentan antara lain:
Tenaga kesehatan dan para petugas di garis depan
Pelajar
Orang-orang yang hidup sendirian
Orang-orang dengan kondisi kesehatan mental yang sudah ada sebelumnya.


Kondisi Kesehatan Mental di Indonesia


Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Dr Celestinus Eigya Munthe menyebut saat ini 20 persen penduduk Indonesia memiliki potensi masalah gangguan jiwa. Artinya, 1 di antara 5 penduduk berisiko mengalaminya.



Masalah lain yang dihadapi adalah terbatasnya sarana pelayanan, termasuk RS Jiwa. Dikatakan, saat ini belum semua provinsi memiliki rumah sakit jiwa sehingga tidak semua orang dengan gangguan jiwa bisa mendapat pengobatan yang semestinya.

 

“Tanpa uang, keluarga bisa celaka. Tapi kalau semuanya diukur dengan uang, keluarga juga bisa celaka. Untuk itu, belajar seimbang antara harta dan cinta. Jika di hari kerja semua waktu untuk harta, usahakan di akhir pekan semua waktu untuk cinta.”

— Guruji Gede Prama