Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

iki

Masyarakat Heterogen

Apabila kita suka pecel, maka kita harus menerima kehadiran orang Jawa, kalau suka sate maka kita harus menerima orang Madura, dan kalau suka cap cay otomatis kita harus menerima orang Tionghoa. Jadi jelas masyarakat yang "enak" adalah masyarakat yang heterogen, kecuali anda termasuk yang tidak bosen makan pecel setiap hari. Slamet Effendy Yusuf-Ketua Umum IKI

MENGUBUR "HANTU" SBKRI UNTUK SELAMANYA

Judul               : Tionghoa dalam Cengkeraman SBKRI Pengarang      : Wahyu Effendi (Tjoa Jiu Tie), Prasetyadji Editor              : Protus Tanuhandaru Penerbit         : Visi Media, Jakarta Edisi                : Cetakan Pertama, 2008, Hlm. : xi, 148   Selama puluhan tahun, istilah SBKRI sangat dikenal di kalangan warga masyarakat Tionghoa. Bukan dalam pengertian positif dan menyenangkan, tapi dalam nada keprihatinan, kejengkelan, ketidakpastian, dan kepasrahan. Keberadaan SKBRI menjadi simbol dari ketidakberdayaan warga Tionghoa terhadap perlakuan diskriminatif dari aparat negara.

Sidang Kolektif Percepatan Kepemilikan Akta Kelahiran

BATAM, IKI: Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) mendorong percepatan kepemilikan akta kelahiran dalam rangka perlindungan anak.

Demikian disampaikan Ketua Umum IKI Slamet Effendy Yusuf dalam pertemuan dengan Ketua Pengadilan Negeri Batam Jack Johanis Octavianus, 6 Februari 2013 di kantor PN Batam. “Dengan dimilikinya akta kelahiran oleh setiap anak, maka salah satu ujung persoalan administrasi kependudukan  terselesaikan. Kedepannya agar anak bangsa tidak disibukkan dengan persoalan, sehingga energi kita digunakan untuk membangun bangsa,” jelas  Slamet.

Deny Indrayana: Tuntaskan Permasalahan Kewarganegaraan

 

          Jakarta (iki.or.id)-Undang-Undang Kewarganegaraan Indonesia yang baru telah disahkan 7 tahun yang lalu, meski demikian masih terdapat Warga Negara Indonesia yang karena berbagai sebab di masa lalu, hingga saat ini tidak memiliki dokumen-dokumen kependudukan WNI.

          Institut Kewarganegaraan Indonesia sebagai salah satu organisasi sosial di masyarakat yang concern terhadap persoalan ini, telah melakukan beberapa upaya untuk mendukung pemerintah menuntaskan persoalan ini.

Catatan Sipil dalam Perspektif HAM

Catatan Sipil merupakan bagiandari sistem administrasi kependudukan secara keseluruhan yang terdiri subsistem pendaftaran penduduk dan catatan sipil. Keduanya mencakup hak asasi bagisemua manusia yang berada dalam suatu negara walaupun demikian bukan berartipendaftaran penduduk identik dengan pencatatan sipil. Keduanya dapatdibangundalam satu sistem, keduanya juga dapat dikategorikan dalampelayanan publik.Tetapi di antara keduanya terdapat perbedaan yang menonjol bahwa pencatatansipil memiliki aspek hukum yang membawa akibat hukum yang luas bagi setiapwarga negara.

Dari Lembaga ke Lembaga

Oleh Eddy Setiawan*
Proses menjadi Indonesia telah dimulai sejak lahirnya golongan intelektual Indonesia, sebagai dampak politik etis Belanda. Diterapkannya Etische Politiek di awal abad ke-20 tersebut telah membukakan cakrawala pemikiran rakyat Indonesia, melalui kaum intelektual yang lahir di masa itu. Perubahan kebijakan Belanda di daerah jajahannya ini, terjadi karena banyaknya kecaman atas perlakuan Belanda terhadap rakyat di Hindia Belanda.

Lie Eng Hok 1893-1961: Perintis Kemerdekaan

Saudara Indradi Kusuma SH, Sekjen Badan Komunikasi Penghayatan Kesatuan Bangsa (BAKOM-PKB) pusat, pada 1995 diminta seorang pejabat tinggi mencari nama-nama keturunan Tionghoa yang kiranya patut ditampilkan dalam peringatan HUT RI ke-50. Maka Lahirlah kisah mengenai Lie Eng Hok, seorang perintis kemerdekaan yang dituduh Belanda sebagai pengacau dan ditangkap menyusul pecahnya pemberontakan di daerah Banten dan Sumatra Barat pada 1926-1927

Pages

Berita

Suasana perekaman KTP Elektronik di Blora pada masa pandemi
New Normal Perekaman KTP
Peneliti Senior Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) Prasetyadji bersama Staf IKI Indah Widiyani, Risma Nuraini dan Yesaya sedang membantu pengisian berkas permohonan akta kelahiran bagi anak-anak Panti Asuhan Griya Asih, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, di Sekretariat IKI Wisma46 Lantai 14 Kota BNI, Jalan Jenderal Sudirman Kav 1 Jakarta, untuk diserahkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Propinsi DKI Jakarta. 4/2/2020.
Lahir dan Besar di Panti Asuhan
Sapto BW didampingi Sofian mewakili Dinas Dukcapil Propinsi DKI Jakarta menyerahkan akta kelahiran warga pemulung kepada Peneliti IKI Swandy Sihotang didamping Prasetyadji, di Jakarta 28/1/2020.
IKI Dukung Disdukcapil DKI Jakarta Fasilitasi Komunitas Pemulung & Anak Jalanan
Sekjen MPR RI Apresiasi IKI Terbitkan Buku Risalah Pembentukan UU Kewarganegaraan
Begini Cara Kerja Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri