Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

Akta Kelahiran

Relawan IKI: Kami Bahagia Bisa Membantu Warga Memperoleh Akta Kelahiran

relawan IKI saat di Sepatan Timur

Rona bahagia terpancar dari wajah warga Sepatan Timur dan sekitarnya yang pada Kamis (30/6) memperoleh akta kelahiran yang dibagikan Ketua IKI Drs Saifullah Mashum, M.Si disaksikan Anggota DPR RI Dra Siti Masrifah yang juga merupakan perwakilan rakyat dari daerah Tangerang Raya (Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang). Tidak hanya warga, namun juga para relawan IKI yang terdiri dari beragam latar belakang agama dan suku juga tampak bersemangat dan ceria.

FGD IKI: Problematika Itsbat Nikah

FGD Problematika Itsbat Nikah

Pencatatan perkawinan untuk masyarakat Indonesia mulai diatur pada 1974 melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (UUP) dalam bentuk akta perkawinan atau sering disebut buku nikah, dan populer di kalangan masyarakat disebut dengan istilah surat nikah. Secara spesifik perihal pencatatan perkawinan tersebut tercantum dalam Pasal 2 ayat (2) UUP: “Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku”.

Warga Tionghoa Tangerang mendapat Bantuan Pengurusan Akta Kelahiran

Penyerahan akta kelahiran secara simbolis di Sepatan TImur oleh Drs Saifullah Mashum

Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tangerang, Kamis melakukan sosialisasi dan sekaligus pengurusan akta kelahiran bagi warga Tionghoa di Kabupaten Tangerang khususnya yang kurang mampu.
 
KH Saifullah Ma’shum, M.Si, Ketua IKI, dalam acara tersebut mengemukakan "akta kelahiran merupakan dokumen yang sangat penting bagi setiap warga Negara Indonesia, karena merupakan sumber identitas diri dan status kewarganegaraan seseorang, sehingga setiap orang berhak atas akta kelahiran." 

Akta Kelahiran untuk Anak Yatim Piatu

Akta Kelahiran untuk Anak Panti Asuhan Akhirnya Terwujud

Anak-anak dan pengurus panti asuhan di wilayah Kota Tangerang Selatan akhirnya bernafas lega, dan mungkin hal yang sama akan dirasakan oleh seluruh anak-anak yatim piatu di seluruh Indonesia, karena sejak diterbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2016 maka persyaratan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari Kepolisian sebagai salah satu syarat dalam mengurus akta kelahiran anak-anak yang tidak jelas asal usul dan keberadaan orang tuanya dapat diganti dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) dari Kepala Panti Asuhan.

Kabupaten Sambas dan IKI MoU Percepatan Penyelesaian Masalah Kewarganegaraan

Penandatangan Nota Kesepahaman IKI dan Pemerintah Kabupaten Sambas. Ki-Ka: Hamid Awaludin, Ph.D (Penasehat IKI), dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi, MPH (Bupati Sambas), Saifullah Ma'shum, M.Si (Ketua III), dan Sunaryo, M.Si (Ketua Dinas Dukcapil Kabupaten Sambas)

Jakarta (ANTARA News) - Kabupaten Sambas melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan Institut Kewarganegaraan Indonesia untuk percepatan penyelesaian masalah-masalah kewarganegaraan dan pembuatan dokumen kependudukan bagi warga masyarakat Sambas. "Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri, artinya perlu mitra kerjasama untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat agar lebih baik, khususnya masyarakat kabupaten Sambas,” kata Bupati Sambas dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi, MPH pada acara tersebut.

Tidak Perlu Pengantar RT RW untuk KTP EL dan Akta Kelahiran

Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 471/1768/SJ yang dikirimkan Mendagri Tjahjo Kumolo kepada para Gubernur, Bupati/Walikota di seluruh Indonesia pada 12 Mei 2016, menginstruksikan agar dalam mengurus KTP Elektronik dan Akta Kelahiran tidak lagi mempersyaratkan Surat Pengantar RT, RW dan Kelurahan/Kecamatan.

CUKUP membawa KTP lama dan Fotokopi Kartu Keluarga untuk membuat KTP Elektronik. Selain itu juga diamanatkan agar membuka pelayanan bagi penduduk di luar domisili.

Pages

Berita

Suasana perekaman KTP Elektronik di Blora pada masa pandemi
New Normal Perekaman KTP
Peneliti Senior Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) Prasetyadji bersama Staf IKI Indah Widiyani, Risma Nuraini dan Yesaya sedang membantu pengisian berkas permohonan akta kelahiran bagi anak-anak Panti Asuhan Griya Asih, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, di Sekretariat IKI Wisma46 Lantai 14 Kota BNI, Jalan Jenderal Sudirman Kav 1 Jakarta, untuk diserahkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Propinsi DKI Jakarta. 4/2/2020.
Lahir dan Besar di Panti Asuhan
Sapto BW didampingi Sofian mewakili Dinas Dukcapil Propinsi DKI Jakarta menyerahkan akta kelahiran warga pemulung kepada Peneliti IKI Swandy Sihotang didamping Prasetyadji, di Jakarta 28/1/2020.
IKI Dukung Disdukcapil DKI Jakarta Fasilitasi Komunitas Pemulung & Anak Jalanan
Sekjen MPR RI Apresiasi IKI Terbitkan Buku Risalah Pembentukan UU Kewarganegaraan
Begini Cara Kerja Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri