Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

Terbit Kartu Keluarga Model Baru

Kartu Keluarga (KK) kini telah menggunakan model terbaru, berbasis Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) versi 7. Menurut penjelasan Kepala Bidang Kependudukan Dinas Dukcapil DKI Jakarta Sapto Wibowo; Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta terus melakukan pemutakhiran Kartu Keluarga (KK) menggunakan model terbaru berbasis Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) versi 7. Disdukcapil DKI Jakarta menargetkan pemutakhiran sebanyak 616.351 KK di tahun 2018 dengan jumlah Nomor Induk Kependudukan (NIK) mencapai 1.924.434. Hingga akhir Desember mendatang ditargetkan bisa menyelesaikan lima ratus hingga seribu Kartu Keluarga per kelurahan.

Terdapat beberapa perbedaan pada KK model terbaru, ada lebih banyak kolom dibandingkan dengan versi lama. Kolom-kolom tersebut di antaranya memuat informasi mengenai Nomor Akta Pernikahan, golongan darah, agama atau kepercayaan, hingga nomor paspor bagi yang memiliki. Ada 16 kolom yang memuat berbagai informasi pribadi sebagai data kependudukan yang lebih lengkap dan akurat.

Masyarakat Jakarta diminta untuk ikut proaktif dalam membarui Kartu Keluarga dengan langsung datang ke kantor kelurahan tempat domisili. Adapun persyaratan yang diperlukan yakni membawa Kartu Keluarga versi lama, surat nikah, dan KTP. "Kami terus melakukan sosialisasi, termasuk dengan pengurus RT dan RW agar pemutakhiran Kartu Keluarga bagi warga DKI Jakarta bisa segera terselesaikan." demikian disampaikan oleh Kabid Kependudukan Disdukcapil DKI Jakarta.

Untuk mempercepat proses pemutakhiran, Disdukcapil DKI Jakarta juga telah merekrut 326 operator berstatus Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) yang ditugaskan di kantor lurah, camat, dan suku dinas. Kami juga akan melakukan percepatan melalui layanan jemput bola atau mobile.

Mengenai program Kartu Identitas Anak (KIA), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta telah menerbitkan sebanyak 266.488 Kartu Indentitas Anak (KIA). Penerbitan KIA tersebut dilakukan sejak tahun 2016 hingga 27 November 2018. Di tahun 2016 diterbitkan 926 KIA, tahun 2017 sebanyak 22.523 KIA, dan Januari hingga 27 November 2018 mencapai 243.039 KIA. Tahun ini ditrgetkan penerbitan 300 ribu KIA. Sedangkan, tahun depan sebanyak 500 ribu KIA.

Kepemilikan KIA bertujuan meningkatkan pendataan, perlindungan, dan pelayanan publik bagi anak. KIA dapat berfungsi sebagai tanda pengenal atau bukti diri yang sah, digunakan untuk persyaratan transaksi atau keperluan administratif dalam pelayanan publik, pemenuhan kelengkapan dokumen pelayanan pendidikan, keimigrasian, kesehatan, dan jasa lainnya yang bermanfaat bagi anak. Disdukcapil DKI Jakarta telah mendata, saat ini ada 2,6 juta anak di Jakarta. Secara bertahap akan terus menerbitkan KIA melalui layanan-layanan dan program yang kita terus gencarkan.

Dinas Dukcapil DKI Jakarta telah memiliki program Sistem Integrasi Layanan Kependudukan (Si Dukun) 3 in 1 yang beberapa waktu lalu diluncurkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Sistem ini memungkinkan adanya integrasi kependudukan, sehingga bayi baru lahir di rumah sakit langsung dibantu pengurusan Akta Kelahiran dan KIA-nya. Bagi warga yang ingin mengurus KIA bagi putra maupun putrinya, kami juga membuka lokasi layanan di RPTRA, PAUD, TK, dan SD. (IKI/Editor)

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
5 + 2 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.