Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

Prasetyadji, Peneliti Senior IKI, Aktif Membela Anak-Anak Yatim Piatu dan Antidiskriminasi

Prasetyadji bersama anak-anak panti asuhan di Tangerang.

Terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No9/2016 pada 24 Februari2016 tentang Percepatan peningkatan cakupan kepemilikan akta kelahiran, dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri(SE Mendagri) kepada para gubernur dan bupati/wali kota No471/1768/SJ pada 12 Mei 2016 tentang Percepatan Penerbitan KTP-el dan Akta Kelahiran, membuat Prasetyadji, peneliti senior pada Yayasan Institut Kewarganegaraan Indonesia (Yayasan IKI) dan para pengasuh panti asuhan di Indonesia merasa lega. Setelah sekian puluh tahun terombang-ambing dan terus menunggu akta kelahiran untuk anak-anak yatim piatu yang dirawatnya.

Sebagaimana dikatakan Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh SH MH,dirjen Dukcapil Kemendagriyang juga profesor muda idealis,dengan terbitnya kedua peraturan tersebut, tidak diperlukan lagi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Kepolisian untuk mengurus akta kelahiran bagi anak-anak yang tidak diketahui orang tuanya. Persyaratan BAP cukup diganti dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang ditandatangani ketua panti asuhan.

Dikatakan Prasetyadji yang sejak kecil menjadi seorang yatim, untuk mengurus pembuatan akta kelahiran bagi anak-anak yatim-piatu yang tidak diketahui orang tuanya, salah satu persyaratannya wajib melampirkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari Kepolisian.

Tragisnya, sejak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdiri sampai dengan terbitnya Permendagri No 9/2016, belum pernah ada format BAP Kepolisian untuk persyaratan permohonan akta kelahiran. ”Ini karena format BAP yang ada merupakan turunan dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang notabene hanya terkait pada masalah kriminal atau pidana,” ujarnya.

Kebijakan tersebut, mendorong Prasetyadji bersama kawan-kawan di Yayasan IKI untuk mengkoordinir panti-panti asuhan yang awalnya di Tangerang Raya, Banten, memfasilitasi dan berkoordinasi dengan Dinas Dukcapil untuk penerbitan akta lahir bagi anak-anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan.

Berbicara mengenai masalah kewarganegaraan dan kependudukan, bukan barang baru bagi Prasetyadji. Sejak 1985, dia dikenal sebagai aktivis organisasi kemasyarakatan Badan Komunikasi Penghayatan Kesatuan Bangsa Pusat (Bakom-PKB Pusat) bersama Indradi Kusuma, Mohammad Sobary, Indra Bambang Utoyo, August Parengkuan, Harry Tjan Silalahi, Rosita S. Noer, dan Prof. Juwono Sudarsono.

Ketika para aktivis Bakom-PKB meleburkan diri dalam Forum Komunikasi Kesatuan Bangsa (FKKB) pada1998, pria lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Prof Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta ini dipercaya sebagai Sekretaris FKKB.

Prasetyadji telah menulis enam buku. Buku ‘Semangat Perjuangan Peranakan Idealis’ merupakan karya keenamnya, baik sebagai penulis maupun penyunting. Pria keahiran Klaten, Jawa Tengah, 31 Mei1965 ini, sebelumnya bersama Dr Bachtiar Aly dan Indradi Kusuma telah menulis dan menyunting tiga buku antara lain ‘Diskriminasi Dalam Praktek’, ‘Menuju Indonesia Demokratis, Adil & Pluralis’, ‘Hukum Kewarganegaraan’.

Dia juga turut andil dalam penulisan buku ‘COKIN So What Gitu Lho”. Dan karya kelima adalah buku “Tionghoa dalam Cengkeraman SBKRI”. Selain menulis buku, Prasetyadji juga aktif menulis di berbagai media massa seperti Kompas, Suara Karya, Suara Pembaharuan, Media Indonesia, Bisnis Indonesia, Sinar Harapan, Panji Masyarakat, dan sebagainya.

Prasetyadji berharap terbitnya Permendagri No 9/2016 ini dapat memberikan solusi konkret terhadap persamaan hak, terutama terhadap anak-anak yatim-piatu yang selama ini terpinggirkan. Kini, saatnya bercermin dari ide luhur pendiri bangsa, belajar dari kesalahan masa lalu, untuk berbenah menatap kebangsaan Indonesia baru yang melindungi segenap warga bangsa tanpa diskriminasi. Indonesia sebagai negara yang terdiri dari berbagai etnis, budaya, serta agama dan keyakinan, yang merupakan mosaik indah dari kebangsaan Indonesia seperti diidamkan para founding fathers.

(IKI-Editor/aro/jpg)

___________________

Sumber: Indopos, Hal. 12  KAMIS, 1 November 2018

 

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
1 + 5 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.