Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

PENTINGNYA AKTA KEMATIAN

ilustrasi: istimewa

Masyarakat selama ini mungkin hanya mengenal Akta Kelahiran dan Akta Perkawinan yang dianggap penting untuk diurus dan dimiliki.  Warga masyarakat pada umumnya masih belum paham dan belum merasa penting akan kepemilikan akta kematian. Warga merasa akta kematian tersebut hanya penting bagi mereka dengan ekonomi menengah ke atas yang memiliki warisan saja.

Disdukcapil mungkin telah berulang kali menyatakan salah satu pentingnya akta kematian adalah untuk validasi data kependudukan. Aspek kepentingan terkait pemuktahiran data kependudukan memang lebih pada kebutuhan negara, sehingga masyarakat kurang merasa hal itu sebagai kebutuhan dan kewajiban untuk mereka penuhi. Dengan demikian menjadi tugas aparatur negara untuk proaktif mendorong dan melibatkan partisipasi masyarakat dengan memfasilitasi berbagai kemudahan untuk masyarakat yang mengurus dokumen akta kematian.

Secara prosedural setiap peristiwa kematian wajib dilaporkan oleh pemerintah desa/kelurahan ke Disdukcapil. Disdukcapil kemudian mengeluarkan akta kematian untuk validasi data kependudukan, agar yang sudah mati tidak masuk lagi database kependudukan. Selain itu dapat digunakan untuk pengklaiman asuransi ataupun perbankan, taspen dan urusan lainnya.

Dengan masih minimnya pemahaman warga tentang pentingnya akte kematian bagi setiap keluarga, diharapkan agar aparatur sipil terendah, dari RT, RW, hingga lurah atau kepala desa dapat bersikap lebih proaktif dalam melaporkan kematian warganya kepada Disdukcapil agar data dapat terus up to date.

Juga perlu selalu disosialisasikan bahwa segala urusan kependudukan seperti akta kelahiran dan akta kematian tidak dipungut biaya sedikit pun. Hal ini penting untuk menghindari perilaku percaloan yang membuat masyarakat enggan mengurus dokumen administrasi kependudukannya.

Berikut ini manfaat Dokumen Akta Kematian bagi penduduk, diantaranya :

  1. Penetapan status janda atau duda (terutama bagi Pegawai Negeri) diperlukan sebagai syarat menikah lagi.
  2. Untuk persyaratan pengurusan pembagian waris (Peralihan Hak Atas Tanah), baik bagi isteri atau suami  maupun anak.
  3. Diperlukan untuk mengurus pensiun bagi ahli warisnya.
  4. Persyaratan untuk mengurus uang duka, tunjangan kecelakaan, Taspen, Asuransi, Perbankan, Pensiun.

Seperti halnya akta kelahiran dan akta perkawinan; kepemilikan dokumen akta kematian adalah hak warga. Namun dalam prosesnya diperlukan upaya proaktif dari warga untuk melaporkan peristiwa kematian anggota keluarganya dan mengingatkan kepada aparat desa untuk segera melaporkan ke disdukcapil sesuai domisili.

Persyaratan membuat akta kematian

Untuk mendapatkan Pelayanan Pencatatan Kematian harus melengkapi persyaratan berikut:

Persyaratan untuk pencatatan kematian WNI:

  1. Surat Keterangan Kematian dari kelurahan;
  2. Surat Keterangan Kematian dari rumah sakit, puskesmas atau visum dokter;
  3. Asli; dan Fotokopi KK dan KTP almarhum dan pemohon;
  4. Asli dan Fotokopi Kutipan Akta Perkawinan/akta nikah, dalam hal yang meninggal sudah kawin; dan
  5. Asli dan Fotokopi Kutipan Akta Kelahiran yang meninggal.

Persyaratan pencatatan kematian Orang Asing :

  1. Surat Keterangan Kematian dari rumah sakit, puskesmas, atau visum dokter;
  2. Asli dan Fotokopi KK dan KTP bagi pemegang ITAP;
  3. Asli dan Fotokopi SKTT dan SKSKPS bagi pemegang ITAS;
  4. Asli dan Fotokopi Paspor bagi Orang Asing yang memiliki Izin Kunjungan;
  5. Asli dan Fotokopi Kutipan Akta Perkawinan, dalam hal yang meninggal sudah kawin; dan
  6. Asli dan Fotokopi Kutipan Akta Kelahiran yang meninggal.

Dalam Pengurusan Akta Kematian, hal ini berdasarkan asas domisili. Laporannya, dibedakan menjadi tiga, yaitu

  1. Meninggal di Rumah Sakit (RS),
  2. Meninggal di rumah dan
  3. Meninggal pada waktu lampau.

Jika warga yang meninggal di Rumah sakit, syaratnya harus melampirkan surat keterangan kematian dari dokter, surat pengantar RT/RW untuk kemudian dibawa ke kelurahan. Di kelurahan, pemohon akan mengisi formulir F-2.29, kemudian akan mendapatkan surat keterangan kematian. Kemudian pemohon ke kecamatan untuk melakukan pemrosesan Kartu Keluarga.

Untuk pemrosesan Kartu Keluarga ini, juga dibedakan. Apakah yang meninggal anggota keluarga atau kepala keluarga. Jika yang meninggal adalah anggota keluarga, maka siapkan fotokopi KTP ahli waris, saksi, Kartu Keluarga, dan surat kematian asli. Sedangkan bila yang meninggal adalah kepala keluarga, maka kecamatan akan melakukan pisah Kartu Keluarga dengan persyaratan surat kematian dari kelurahan. Setelah dibuatkan Kartu Keluarga yang baru, kemudian pemohon ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat. Pelaporan akta kematian di Disdukcapil ini juga harus menyertakan fotokopi identitas saksi pelapor dimana saksi tersebut juga ikut dihadirkan.

Jika warga yang meninggal di rumah, pengurusan akta kematian dilengkapi dengan surat keterangan kematian dari Puskesmas setempat sebagai pengganti surat kematian dari RS. Pengurusan ini juga menyertakan fotokopi Kartu Keluarga baru (baik dipisah ataupun tidak tergantung yang meninggal kepala keluarga atau anggota keluarga), fotokopi identitas pelapor, fotokopi identitas dua orang saksi dimana saksi tersebut hadir di Disdukcapil setempat.

Bilamana warga yang meninggal dalam waktu yang sudah lampau: Ahli waris bisa membuatkan surat pernyataan kematian yang mencakup fakta mengenai kapan dan dimana sanak keluarganya tersebut meninggal. Surat pernyataan tersebut dibubuhi materai. Pengurusan juga melibatkan dua orang serta pernyataan dari RT/RW serta lurah setempat. Berkas yang dibutuhkan antara lain fotokopi identitas pelapor, fotokopi Kartu Keluarga pelapor serta KTP saksi sebanyak dua orang.  (ENR/Editor)

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
5 + 0 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.