Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

Pelayanan Dukcapil Kab. Bogor Tak Lagi Jauh Di Mata

Penandatanganan prasasti pendirian UPT i 7 wilayah yaitu Rumpin, Leuwisadeng, Ciawi, Parung Panjang, Cijeruk, Cileungsi dan Cibungbulan

Warga Kabupaten Bogor yang berjumlah hampir 6 juta jiwa selama ini kerap menghadapi kendala dalam pelayanan terkait administrasi kependudukan, karena selain jumlah penduduk yang demikian besar faktor luas wilayah dan kondisi geografis yang luas mengakibatkan banyak penduduk enggan mengurus administrasinya dengan alasan terlalu jauh dari kantor pelayanan.

Sebagai ilustrasi, seorang warga yang tinggal di Desa Ciresek Kecamatan Parung Panjang misalnya, membutuhkan waktu 4 jam ke pusat pemerintahan Kabupaten Bogor di Cibinong yang berjarak sekitar 80 Km dari desanya, itupun kalau menggunakan kendaraan pribadi.

Menjawab kendala ini, Dinas Dukcapil Kabupaten Bogor pada tahun 2019 membentuk 7 UPT yang disebar di 7 wilayah yaitu Rumpin, Leuwisadeng, Ciawi, Parung Panjang, Cijeruk, Cileungsi dan Cibungbulan. Hal ini sesuai dengan salah satu prinsip dalam pelayanan publik yang baik yaitu mendekatkan pelayanan kepada kelompok sasaran,

hal yang sama juga diatur dalam Undang-Undang Administrasi Kependudukan bahwa Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dapat membentuk Unit Pelaksana Teknis disingkat UPT untuk mendekatkan layanan kepada warga. Namun meski hal tersebut telah diatur sejak tahun 2006, baru beberapa tahun terakhir dinas dukcapil di berbagai kabupaten/kota membentuk UPT.

Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bogor, Otje Subagja dalam sambutannya saat peluncuran program Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) di Gedung Tegar Beriman, Kamis, 21 Maret 2019, 7 UPT ini masing-masing akan melayani warga di kecamatan sekitarnya, sehingga penduduk yang jauh dari pusat pemerintahan tidak mengalami kendala dalam mengurus berbagai keperluan administrasi kependudukannya.

Selain itu, tahun ini juga Ditjen Dukcapil telah mendorong penerapan tanda tangan digital, sehingga tentu akan dapat mempercepat layanan karena ke depan para kepala dinas tidak perlu lagi menandatangani berbagai dokumen kependudukan dan pencatatan sipil, diganti dengan tanda tangan digital yang memanfaatkan teknologi. Kepala dinas membubuhkan tanda tangannya dengan persetujuan melalui smartphone atau gawai lainnya.

Kehadiran UPT di 7 wilayah Kabupaten Bogor, tanda tangan digital, dan berbagai terobosan lain akan membuat layanan semakin dekat, mudah, dan murah bagi setiap penduduk. Kalau ibarat lagu, dulu pelayanan dukcapil jauh di mata jauh dekat di hati.

Semoga ke depan dengan peningkatan kualitas layanan menjadi dekat di mata dan bikin jatuh hati. Pendekatan pelayanan juga sebernarnya dapat dioptimalkan jika dana desa sebagian digunakan untuk peningkatan pelayanan admnistrasi kependudukan di tingkat desa. (esa/IKI)

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
1 + 8 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.

Berita

Ketua II IKI Saifullah Mahsum menyampaikan materi pelatihan untuk para relawan.
Pusingnya Relawan Urus KK Suami dengan Lima Istri
Kabid Casip pada Diadukcapil KBB Asterina, SH saat memberikan akta kelahiran yang sudah jadi kepada warga.
Yanling di Cikalong Wetan, Kab. Bandung Barat Disambut Antusias Warga
Relawan IKI melayani warga tangerang di stand pelayanan Disdukcapil pada Festival Cisadane
Ada Layanan Dukcapil di Festival Cisadane
Upgrade Customer Service Disdukcapil Se-Banten
Itsbat Nikah Gratis untuk 48 Pasangan di Lebak

Copyright © 2016.Institut Kewarganegaraan Indonesia, Wisma 46, Lantai 14, Ruang 14-16, Kota BNI, Jl Jenderal Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat (10220).