Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

Kok Makin Banyak Janda Muda Di Mojokerto?

Sebanyak 1.201 perempuan menjadi janda muda di Kabupaten Mojokerto di Jawa Timur dalam setahun. Tingginya angka perceraian di kalangan masyarakat Mojokerto ini ditenggarai terkait dengan tingginya kasus pernikahan di bawah umur di Kabupaten Mojokerto.

Berdasarkan data dari Pengadilan Agama Kabupaten Mojokerto terungkap bahwa sejak Januari hingga Agustus 2019 saja telah terjadi 90 pernikahan di bawah umur. Disebut pernikahan di bawah umur atau pernikahan dini karena salah seorang atau kedua mempelai masih berusia di bawah umur yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yakni 16 tahun bagi perempuan dan 18 tahun bagi laki-laki. Setahun sebelumnya sepanjang 2018, tercatat telah terjadi 117 kasus pernikahan di bawah umur.

Fakta lain yang memprihatinkan dari berbagai kasus pernikahan dini ini adalah sebagian besar dilakukan karena adanya kehamilan di luar nikah. Faktor lain yang juga dominan di Mojokerto adalah kekhawatiran orangtua bahwa anaknya akan melanggar norma agama, sehingga segera dinikahkan setelah mengalami menstruasi. Dari 117 kasus tahun 2018 tersebut di atas, sebanyak 56 kasus adalah berlatar kehamilan di luar nikah dan sudah mencapai 52 kasus per Agustus 2019.

Faktor kematangan psikologi dan kesiapan finansial bisa jadi merupakan akar dari tingginya kasus perceraian di kalangan masyarakat yang melakukan perkawinan di bawah umur. Belum lagi faktor kesehatan reproduksi yang sesungguhnya juga sangat memprihatinkan pada pelaku perkawinan dini. Namun angin segar saat ini sudah berhembus dari Senayan, dengan disahkannya perubahan usia perkawinan bagi perempuan maupun laki-laki menjadi 19 tahun. Hal ini tentu merupakan langkah positif untuk mencegah terjadinya pernikahan anak, selain merupakan upaya nyata melakukan harmonisasi usia anak di berbagai peraturan perundangan Indonesia yang memang masih beragam. @esa

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
2 + 4 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.

Berita

Suasana koordinasi dan pelatihan pemanfaatan fasilitas online untuk para relawan IKI
Ngurus Akta Kelahiran Sambil Ngopi, Bisa ya?
Ketua II IKI Saifullah Mahsum menyampaikan materi pelatihan untuk para relawan.
Pusingnya Relawan Urus KK Suami dengan Lima Istri
Kabid Casip pada Diadukcapil KBB Asterina, SH saat memberikan akta kelahiran yang sudah jadi kepada warga.
Yanling di Cikalong Wetan, Kab. Bandung Barat Disambut Antusias Warga
Relawan IKI melayani warga tangerang di stand pelayanan Disdukcapil pada Festival Cisadane
Ada Layanan Dukcapil di Festival Cisadane
Upgrade Customer Service Disdukcapil Se-Banten

Copyright © 2016.Institut Kewarganegaraan Indonesia, Wisma 46, Lantai 14, Ruang 14-16, Kota BNI, Jl Jenderal Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat (10220).