Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

Isu Besar Persoalan Adminduk yang Luput dari Pena Tajam KOMPAS

Rusdi Amral direktur Communication Corprate Gramedia Kompas,  Hari Fransiscus Direktur Litbang kompas dan Frans Lakaseru Bagian Hukum KOMPAS, bersama Ketua IKI Saifullah Mahsum dan Peneliti IKI Swandy Sihotang.

Persoalan terkait dengan dokumen kependudukan ternyata tidak hanya monopoli warga kebanyakan.

Warga masyarakat sekaliber Direktur Litbang Kompas pun menghadapi persoalan dokumen kependudukan. Merasa buntu dan tidak tahu apa yang harus dilakukan, Hari Fransiscus, sang Direktur litbang, akhirnya berkonsultasi dengan IKI. Selasa siang kemarin, usai menyantap bakmi godog andalan Kompas di halaman Bentara Budaya, berlangsung diskusi menarik, hangat, dan nyaris tak berujung.

Materi konsultasinya sendiri hanya menyita waktu sangat sedikit. Sesudah mendengarkan duduk persoalan yang dihadapi, solusinya segera ditemukan. Dan tidak terlampau rumit. IKI berkomitmen untuk membantu penyelesaian urusan dokumen kependudukan yang dihadapi Kepala Litbang, tentu dengan melibatkan Relawan Kota Tangerang sesuai dengan domisilinya.

Selebihnya waktu disita untuk memperbincangkan rimba raya persoalan dukcapil di jagat Nusantara ini. Diskusi ditemani "kopi rahasia", kopi andalan di Bentara Budaya, menempati ruang Rusdi Amral, Direktur Corporate Communication Kompas-Gramedia yang juga antusias ikut dalam diskusi. Dari IKI hadir Saifullah Ma'shum, Ketua II IKI, dan Swandy Sihotang, Peneliti Utama IKI.

Sedikit berbeda dengan diskusi dengan fungsionaris Kompas yang lalu-lalu, Bos Litbang Kompas dan Bos Corporate Communication Kompas-Gramedia, justru lebih kencang menggeleng-gelengkan kepala setelah mengetahui serba sedikit persoalan yang menggurita di tubuh Dukcapil dan mendengarkan payahnya pelayanan publik dalam bidang ini.

"Kenapa isu dan persoalan besar ini koq tidak bisa menggelegar dalam publikasi media?' Begitu ekspresi tuan rumah dalam diskusi kemarin.

"Ya nggak tahu, kenapa Kompas tidak menjadikan persoalan ini sebagai isu besar yang perlu digaungkan secara massif?" tutur Saifullah Ma'shum.

Swandy menimpali, "IKI sendirian. Kita nggak kuat main sendirian untuk ikut memberesi persoalan ini. Tidak banyak lembaga yang tertarik untuk mengambil dan terlibat dalam bidang ini."

Pertemuan yang semula bertujuan untuk memberikan solusi atas persoalan (pribadi) yang dihadapi Kepala Litbang, justru berujung pada langkah dan komitmen yang jika dikawal dan difollow upi dengan baik akan membuahkan dampak yang siginifikan.

Ternyata Litbang Kompas sedang menggarap program kerjasama dengan BPS untuk membahas dan menyiapkan disain program sensus nasional yang berbasis pada data dari Dukcapil.

"Wah kebetulan, berkat pertemuan dengan IKI ini maka program dengan BPS bisa lebih diarahkan dan mempertimbangkan berbagai masukan yang disampaikan IKI," ujar Frans Lakaseru dari bagian Hukum Kompas.

Ada blessing in disguise dari pertemuan Selasa Sore kemarin.

Hari menjelang Maghrib tahu-tahu, tim IKI pun pamit dengan hati bungah, karena berhasil mengilik-ilik Kompas, terutama divisi Litbang dan Corporate Communicationnya, bahwa persoalan adminduk bukan problem ecek-ecek di negeri ini. @

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
6 + 6 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.

Berita

Relawan IKI melayani warga tangerang di stand pelayanan Disdukcapil pada Festival Cisadane
Ada Layanan Dukcapil di Festival Cisadane
Upgrade Customer Service Disdukcapil Se-Banten
Itsbat Nikah Gratis untuk 48 Pasangan di Lebak
Warga Cikande Antusias Urus Dokumen Kependudukan
Menjangkau Perbatasan Blora

Copyright © 2016.Institut Kewarganegaraan Indonesia, Wisma 46, Lantai 14, Ruang 14-16, Kota BNI, Jl Jenderal Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat (10220).