Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

Beda Cerai & Pembatalan Perkawinan

Satu hal yang jadi momok paling dihindari dari para pasangan menikah adalah perceraian. Inilah kenapa penting banget untuk mematangkan niat untuk menikah karena tujuan mutlaknya adalah hidup bersama selamanya bukan hanya sementara. Untuk diketahui, rupanya bukan cuma perceraian saja lho yang mengindikasikan perpisahan dalam suatu hubungan pernikahan, ada juga yang namanya pembatalan perkawinan. Lantas, apa perbedaan keduanya, ya?

Melalui penjelasan ini, semoga kamu bisa memahami dengan baik tentang perbedaan perceraian dengan pembatalan perkawinan.

1. Perceraian disebabkan karena adanya ketidakcocokan antara kedua belah pihak yang terjadi selama pernikahan

Ketidakcocokan sebagai penyebab perceraian ini muncul karena beberapa alasan berikut:

  • Salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabuk, pemadat, penjudi dan lain sebagainya yang sulit disembuhkan.
  • Salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 tahun berturut-turut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di luar kemampuannya.
  • Salah satu pihak mendapat hukuman penjara 5 tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung.
  • Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak yang lain.
  • Salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat nggak bisa menjalankan kewajibannya sebagai suami atau istri.
  • Antara suami dan istri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran serta nggak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga.
  • Suami melanggar taklik atau pernyataan talak.
  • Peralihan agama atau murtad yang menyebabkan terjadinya ketidakrukunan dalam rumah tangga.

2. Penyebab pembatalan perkawinan adalah karena ada ketentuan yang nggak memenuhi syarat dalam UU Perkawinan atau ada indikator pemalsuan di dalamnya. Kalau penyebabnya karena hal-hal ini, maka pengajuannya nanti mengarah ke pembatalan nikah:

  • Seorang suami melakukan poligami tanpa izin dari Pengadilan Agama.
  • Perempuan yang dikawini ternyata kemudian diketahui masih menjadi istri pria lain yang terputus beritanya sehingga nggak diketahui hidup-matinya.
  • Perempuan yang dikawini ternyata masih dalam idah dari suami lain.
  • Perkawinan yang melanggar batas umur perkawinan sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 7 Undang-undang No. 1 Tahun 1974.
  • Perkawinan dilangsungkan tanpa wali atau dilaksanakan oleh wali yang nggak berhak.
  • Perkawinan yang dilaksanakan dengan paksaan.

Prosedur pembatalan perkawinan

Adapun pembatalan perkawinan (non muslim) wajib dilaporkan oleh penduduk yang mengalami pembatalan perkawinan kepada Instansi Pelaksana atau UPTD instansi pelaksana paling lambat 90 (sembilan puluh) hari setelah putusan pengadilan tentang pembatalan perkawinan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Instansi Pelaksana mencabut Kutipan Akta Perkawinan dari kepemilikan subjek akta Perkawinan. Berdasarkan laporan dimaksud, Pejabat Pencatat Sipil mengeluarkan Surat Keterangan pembatalan Akta dan membuat catatan pinggir pembatalan Akta

Untuk persyaratannya, antara lain:

* KK dan KTP suami istri

* Putusan Pengadilan tentang Pembatalan Perkawinan

Untuk biaya pelaporan 0 sampai dengan 90 hari sejak tanggal di putuskan pembatalan perkawinan  oleh Pengadilan Negeri tidak dipungut biaya alias gratis.

Namun, pelaporan lebih dari 90 hari setelah di putuskan pembatalan perkawinan  oleh Pengadilan Negeri di kenakan sanksi keterlambatan sebesar Rp. 100 ribu berdasarkan Perda Nomor 9 Tahun 2012.

3. Mengenai pihak yang menjadi pemohon dalam perceraian dengan pembatalan perkawinan juga terdapat perbedaan

Dalam perceraian, permohonan hanya berhak diajukan oleh salah satu pihak baik suami atau istri. Sedangkan pada pembatalan perkawinan, bukan hanya suami atau istri yang bisa mengajukan, tapi juga oleh keluarga dalam garis lurus ke atas dari pihak suami dan istri, alias orangtuanya.

4. Status perkawinan setelah perceraian tetap diakui dan dianggap sah, termasuk juga akibat hukum yang dihasilkannya

Pada perceraian, status perkawinan sebelumnya tetap diakui. Sehingga status suami berubah menjadi duda, dan istri menjadi janda, pun sangat mungkin terjadi sengketa gono-gini. Jika keduanya sudah memiliki keturunan sebelum perceraian, maka anak-anaknya juga dianggap sah dan berhak atas pembiayaan serta hak waris.

5. Akibat hukum karena pembatalan perkawinan nggak begitu memberatkan kedua belah pihak, namun berbeda jika keduanya sudah dikaruniai keturunan sebelum mengajukannya

Sedang pada pembatalan perkawinan, status pernikahannya dianggap nggak sah atau nggak ada sejak awal karena nggak memenuhi syarat. Dalam pembatalan perkawinan juga ada yang namanya pemulihan status, sehingga kedua belah pihak akan dianggap single kembali. Karena dianggap nggak sah, maka keduanya pun nggak berhak menuntut gono-gini. Namun kalau pembatalan perkawinan ini terjadi pada pasangan yang telah menghasilkan keturunan, anak-anak dalam perkawinan yang dibatalkan ternyata tetap menyandang anak sah, sehingga berhak atas pembiayaan serta hak waris.

Meski terdapat beberapa perbedaan, perceraian dan pembatalan nikah punya kemiripan dari segi proses hukum. Keduanya diajukan melalui Pengadilan Agama (PA) bagi yang beragama Islam dan Pengadilan Negeri (PN) bagi yang nonmuslim. Pasangan yang bersangkutan nantinya akan menjalani proses persidangan yang menghadirkan saksi-saksi. Setelah melalui prosesnya termasuk membuktikan alasan pengajuannya, barulah pihak pengadilan mengambil keputusan apakah perceraian atau pembatalan perkawinan disetujui atau nggak.

Nah, kalau sudah tahu perbedaannya, pikirkan ulang dan cermati lagi apakah alasan-alasan yang ingin kamu ajukan sudah sesuai dengan yang tertera di atas. Kalau belum yakin, bicarakan dulu dengan pengacara masing-masing yang lebih memahami situasi dalam rumah tanggamu ya. Semoga senantiasa berbahagia. (editor)

___________________

Sumber: Hipwee & Tribun Pontianak

 

 

 

 

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
5 + 3 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.

Berita

Begini Cara Kerja Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri
Saatnya Disdukcapil di Daerah Menyediakan Anjungan Dukcapil Mandiri
IKI dan DISDUKCAPIL Yanling di SOSPAM Kota Cilegon
Kasatpel Capil Kel. Pegangsaan didampingi Staf IKI mendampingi Bunari & Wagiyem dalam pengurusan dokumen kependudukannya.
Perjalanan Terjal Wagiyem Berburu Dokumen Kependudukan
Muhaimin: TKI Wajib Memiliki Akta Kelahiran

Copyright © 2016.Institut Kewarganegaraan Indonesia, Wisma 46, Lantai 14, Ruang 14-16, Kota BNI, Jl Jenderal Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat (10220).