Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

Berita

Warga DKI kini semakin dimanjakan dalam pengurusan dokumen kependudukan. Pemprov
DKI melalui Dinas Dukcapil menghadirkan layanan terintegrasi dokumen kependudukan.  
Layanan terintegrasi dokumen kependudukan bagi warga Ibu Kota memungkinkan
masyarakat mendapatkan beberapa dokumen kependudukan sekaligus dalam satu kali

Hj Emma Rahmawati, M.Si, mewakili Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tangerang bersama Ketua Insitut Kewarganegaraan Indonesia Drs KH Saifullan Ma’shum M.Si, didampingi Peneliti IKI Swandy Sihotang, Eddy Setiawan, dan Prasetyadji, menyerahkan akta kelahiran kepada masyarakat CinBen Kota Tangerang, Rabu, 20 Desember 2017.
Jakarta: Bulan Desember di akhir tahun 2017, merupakan bulan bakti bagi Institut Kewarganegaraan Indonesia ( IKI ) dalam karya pengabdiannya.
 
Foto: Suasana dan aktivitas Relawan dan Staf Capil Kab. Lebak dalam pelayanan Kelilin di Cipanas.

Ratusan Warga kecamatan Cipanas dengan Antusias datang ke kantor kecamatan Cipanas untuk membuat Akta kelahiran Gratis, Selasa (14/11), di layani langsung oleh Relawan dari Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) dan Pegawai Dinas kependudukan Catatan sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lebak.

Yayasan Institut Kewarganegaraan Indonesia (Yayasan IKI) membantu masyarakat tidak mampu termasuk anak panti asuhan untuk memperoleh akta kelahiran. Kegiatan  ini misalnya dilakukan pada Jumat (6/10) di panti asuhan Abhimata, Tangerang Selatan, Banten.
 

Sebagian daerah masih memberlakukan Peraturan daerah yang menetapkan denda terhadap masyarakat jika terlambat mengurus akta kelahiran dan aturan tersebut justru membuat warga terutama yang miskin makin enggan memiliki dokumen kependudukan tersebut.

Para relawan adalah ujung tombak program pendampingan pembuatan akta kelahiran bagi warga kurang mampu. Relawan menjadi penentu suksesnya pelaksanaan program di lapangan. Untuk itu, Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) menggelar kegiatan team buildingbagi relawan IKI di Ruang Melati, Annex Building, Wisma Indocement, Jakarta (19/9).

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebut masih ada 7,4 juta keping blangko e-KTP yang tersedia. Blangko ini disebut masih cukup hingga tahun 2018.

Pages