Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

Warga Penghayat Talang Mamak Kini Isi Kolom Agamnya Aliran Kepercayaan

Suku Talang Mamak yang hidup jauh di pelosok desa di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau kini merasa lega. Mereka kini sudah mengantongi KTP dengan kolom Penghayat Kepercayaan.

"Belum lama ini, dua warga Talang Mamak sudah memperlihatkan kolom di KTP-nya menjadi aliran kepercayaan. Sebelumnya mereka ada menggunakan kolom agama lain," kata Galung Batin (tokoh adat) Talang Mamak kepada detikcom, Jumat (1/3/2019).

Galung menyebutkan, selama ini warga Talang Mamak yang ada di pedesaan di Inhu, selalu menggunakan kolom agama Islam atau Nasrani. Padahal selama ini kelompok suku adat ini tidak menjalannya agama yang dimaksud. Hanya karena keterpaksaan mereka sehingga harus mengisi kolom agama.

"Sekarang pemerintah memberikan kesempatan untuk mengisi kolom agama dengan aliran kepercayaan. Kami berterima kasih atas kebijakan pemerintah sekarang ini," kata Galung.

Menurut Galung, dia belum mendata keseluruhan masyarakat Talang Mamak. Sebagian besar mereka sudah berada di sejumlah pedesaan. Namun sebagian masih ada yang bermukim di tengah Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT).

"Selama ini kan warga kita yang mengurus KTP harus memilih salah satu agama yang ada. Padahal kita punya agama sendiri. Tapi saat itu mau bagaimana lagi, kita turuti saja," kata Galung.

Termasuk Galung, mengaku di KTP-nya tercatum kolom agama Islam. Satu sisi dia sendiri sebenarnya tidak mengingkan itu.

"Termasuk KTP-saya masih Islam. Tapi saya sendiri masih menganut pemahaman agama Islam Langkah lama. Keyakinan kami dari turun temurun. Namun keluarga saya sudah banyak yang memeluk Islam," kata Galung.

Gilung menyebutkan, ada sekitar 3.000 an masyarakat Suku Talang Mamak yang menganut ajaran Islam Langkah Lama. Selebihnya, ada juga yang memeluk agama Islam pada umumnya yang disebut oleh mereka sebagai ajaran Islam Langkah Baru.

Galung menyebutkan, untuk pergantian kolom agama tersebut, selama ini tidak ada persoalan kepada pemerintah setempat.

"Kata warga yang sudah mengganti KTP-nya dengan kolom agama aliran kepercayaan tidak ada dipersulit pemerintahan Inhu," kata Galung.(editor/IKI)

________________

Sumber: https://news.detik.com/berita/d-4449158/kolom-agama-hilang-ktp-warga-tal...

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
1 + 0 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.

Berita

Peneliti Senior Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) Prasetyadji bersama Staf IKI Indah Widiyani, Risma Nuraini dan Yesaya sedang membantu pengisian berkas permohonan akta kelahiran bagi anak-anak Panti Asuhan Griya Asih, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, di Sekretariat IKI Wisma46 Lantai 14 Kota BNI, Jalan Jenderal Sudirman Kav 1 Jakarta, untuk diserahkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Propinsi DKI Jakarta. 4/2/2020.
Lahir dan Besar di Panti Asuhan
Sapto BW didampingi Sofian mewakili Dinas Dukcapil Propinsi DKI Jakarta menyerahkan akta kelahiran warga pemulung kepada Peneliti IKI Swandy Sihotang didamping Prasetyadji, di Jakarta 28/1/2020.
IKI Dukung Disdukcapil DKI Jakarta Fasilitasi Komunitas Pemulung & Anak Jalanan
Sekjen MPR RI Apresiasi IKI Terbitkan Buku Risalah Pembentukan UU Kewarganegaraan
Begini Cara Kerja Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri
Saatnya Disdukcapil di Daerah Menyediakan Anjungan Dukcapil Mandiri

Copyright © 2016.Institut Kewarganegaraan Indonesia, Wisma 46, Lantai 14, Ruang 14-16, Kota BNI, Jl Jenderal Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat (10220).