Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

SAH!

Indonesia mulai mengatur tentang perkawinan pada tahun 1974 dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, yang mengatur pada Pasal 2 bahwa perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya itu dan dicatat menurut peraturan perundangan yang berlaku. Jadi pasal ini secara tegas mengatur bahwa pengesahan adalah ranah agama dan kepercayaan masing-masing, sedangkan pencatatan menjadi kewajiban dukcapil di tempat terjadinya perkawinan. Undang-undang ini hanya berlaku bagi umat agama Hindu, Buddha, Katolik, Kristen, Konghucu dan penganut aliran kepercayaan, sedangkan umat beragama Islam menggunakan hukum Islam dan perkawinannya diurus dan dicatat Kantor Urusan Agama.  

Meski Undang-Undang Perkawinan sudah disahkan pada akhir 1974, namun tampaknya sebagian masyarakat mengalami kesulitan mengurus akta perkawinan karena tidak mampu melengkapi persyaratan, salah satunya adalah masyarakat Tionghoa di daerah Tangerang atau biasa dikenal sebagai Cina Benteng. Pembedaan atau diskriminasi di masa lalu adalah penyebab tidak lengkapnya kepemilikan dokumen kependudukan di kalangan ini, khususnya mereka yang berada di garis kemiskinan. Oleh karena itu, relawan Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) Kota Tangerang pada tahun 2019 kembali mengadakan perkawinan massal untuk menjaring warga yang belum memiliki akta perkawinan.

Upaya untuk menemukan pasangan yang belum memiliki akta perkawinan memang gampang-gampang susah, diantaranya adalah karena adanya faktor “malu” sehingga perlu pendekatan yang baik agar ada keterbukaan. Relawan IKI Kota Tangerang yang dikoordinatori Seri Asih melakukan pendekatan ke beberapa pemuka agama sehingga akhirnya satu per satu warga mendaftarkan diri untuk dapat menjadi peserta kawin massal. Gereja GPI Sewan dipilih menjadi tempat untuk melangsungkan pemberkatan perkawinan, yang dilaksanakan pada Minggu, 21 Juli 2019. Setelah pemberkatan barulah pasangan pengantin yang berjumlah 13 pasang tersebut sah secara agama, dan selanjutnya dengan berbekal surat pengesahan dari agama dan dokumen pendukung seperti KTP suami isteri, akta kelahiran, KK dan lain-lain dicatat oleh dinas kependudukan dan pencatatan sipil sehingga sah juga secara negara.

Pemberkatan dipimpin oleh Pendeta Lesmana dan berlangsung hikmat bahkan beberapa pasangan tampak menitikkan air mata saat membacakan janji pernikahannya. Dalam ceramahnya Pendeta Lesmana banyak menitikberatkan pada pentingnya pasangan suami isteri memahami peran dan tanggung jawab masing-masing, serta pentingnya kelemahlembutan agar pernikahan dapat langgeng. Lesmana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus Institut Kewarganegaraan Indonesia yang memiliki perhatian besar terhadap kepemilikan dokumen bagi warga tidak mampu. Sementara Eddy Setiawan mewakili pengurus dalam sambutannya menyatakan bahwa kerjasama antara semua pihak sangat dibutuhkan untuk mewujudkan tertib adminduk di Indonesia. IKI juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak dukcapil Kota Tangerang yang telah bekerja keras dan tuntas bagi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. @esa

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
10 + 0 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.

Berita

Relawan IKI melayani warga tangerang di stand pelayanan Disdukcapil pada Festival Cisadane
Ada Layanan Dukcapil di Festival Cisadane
Upgrade Customer Service Disdukcapil Se-Banten
Itsbat Nikah Gratis untuk 48 Pasangan di Lebak
Warga Cikande Antusias Urus Dokumen Kependudukan
Menjangkau Perbatasan Blora

Copyright © 2016.Institut Kewarganegaraan Indonesia, Wisma 46, Lantai 14, Ruang 14-16, Kota BNI, Jl Jenderal Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat (10220).