Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

New Normal Perekaman KTP

Suasana perekaman KTP Elektronik di Blora pada masa pandemi

Mengurus administrasi kependudukan tampaknya sudah menjadi salah satu kegiatan yang dibutuhkan warga, termasuk pada masa pandemi. Awalnya Kementerian Dalam Negeri melalui Surat Edaran Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Nomor 443.1/2978/Dukcapil melakukan penundaan terhadap kegiatan perekaman E-KTP selama masa pandemi Corona. Namun, seiring dengan perkembangan situasi dan regulasi terkini, perekaman KTP Elektronik sudah dibuka kembali dengan protokol yang ditentukan sebagai bentuk adaptasi pelayanan di masa new normal.

Berdasarkan pengamatan Institut Kewarganegaraan Indonesia di beberapa wilayah, tampak masyarakat menyambut positif kebijakan iniAntusiasme cukup tinggi sejak mulai dibukanya layanan dukcapil di berbagai kabupaten/kota awal Juni lalu. Meski terjadi antrian, tapi para pemohon tampak bisa mematuhi protokol yang ditetapkan seperti menjaga jarak, duduk di ruang tunggu maupun di luar ruang tunggu dengan jarak kursi yang ditentukan, menggunakan masker dan lain-lain.

Di sebagian kantor dukcapil juga telah menerapkan sistem antrian online melalui aplikasi sehingga jumlah pemohon yang hadir dapat dibatasi. "Saya ngurus KK ini, kemarin sudah daftar dulu pakai hp" ungkap Heri yang tampak tertib menunggu antrian di kantor dinas dukcapil. Pendaftaran online tampaknya cukup efektif dalam melakukan pengendalian jumlah pemohon di awal, meski ada saja warga yang tidak paham tetap datang ke kantor dukcapil tanpa mendaftar terlebih dahulu, sehingga akhirnya terpaksa harus pulang kembali.

Dinas Dukcapil Kabupaten/Kota telah menetapkan batas jumlah perekaman KTP elektronik setiap harinya sebanyak 50 pemohon. Pembatasan dilalukan karena butuh waktu lebih lama dalam melayani karena menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan covid-19 sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 ditempat kerja perkantoran dan industri dalam mendukung keberlangsungan usaha pada situasi pandemi. 

Setiap pemohon wajib mengenakan masker, sebelum memasuki kantor Dinas Dukcapil diperiksa suhu tubuhnya, mencuci tangan, antri dengan jaga jarak. Sementara petugas dukcapil yang memberikan pelayanan mengenakan masker, faceshield hingga APD Hazmat di beberapa wilayah. Peralatan perekaman senantiasa disterilkan dengan alkohol 70% setiap selesai digunakan, selain itu ruangan tempat perekaman KTP elektronik ditambah tirai plastik di beberapa bagian. @esa

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
10 + 2 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.

Berita

Seorang dokter sedang menanyakan data Calon Penerima Vaksin Covid 19
Kata Ombudsman soal Data Lansia untuk Vaksinasi
Dirjen Dukcapil Zudan Arif saat penandatanganan MoU
Data Dukcapil dan Program Vaksinasi Covid 19
Vaksin Covid 19
Bagaiamana Persiapan sebelum Vaksin?
Program Vaksinasi Massal sudah Dimulai Januari 2021
Cara Cek Sudahkah Terdaftar sebagai Penerima Vaksin?
Suasana perekaman KTP Elektronik di Blora pada masa pandemi
New Normal Perekaman KTP

Copyright © 2016.Institut Kewarganegaraan Indonesia, Wisma 46, Lantai 14, Ruang 14-16, Kota BNI, Jl Jenderal Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat (10220).