Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

Kesadaran Membuat Akta Kelahiran Rendah

Foto bersama anak-anak panti asuhan dan penyerahan akta secara simbolik

Pengurus panti asuhan untuk anak yatim kini bisa bernafas lega mengurus akta kelahiran gratis. Upaya itu untuk membantu anak panti memilikihak sebagai warga negara Indonesia.

Sebanyak ratusan ribu akte kelahiran dibuat untuk anak panti asuhan oleh Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI). “sebanyak 2012 hingga 2016 sebanyak 226 ribu akta kelahiran yang diurus IKI,” kata Prasetyadji peneliti IKI kemarin.

Sejak tahun 2015 pihaknya memberikan solusi kepada anak yatim memiliki akta kelahiran. Upaya ini didukung dengan diterbitkan Peraturan Mendagri No. 9 tahun 2016 lalu.

Format akta kelahiran anak yatim piatu dibuat khusus. Anak-anak yang lahir dari orang tua yang tidak memiliki akta perkawinan tapi tercantum di Kartu Keluarga (KK) ditulis sebagai suami istri juga dibuat format khusus.

Nama ayah dicantumkan meski dengan syarat perkawinan belum dicatatkan di Catatan Sipil. Berita acara pemeriksaan dari kepolisian dapat diganti dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) ditandatangani kepala panti asuhan.

Kondisi anak-anak yatim berbeda dengan yang punya orang tuadari hasil pernikahan. Mereka di panti asuhan hidup tanpa tahu orang tuanya siapa. “akte kelahiran punya fungsi yang sangat vital,” ucapnya.

Di Indonesia kesadaran orang tua membuat akta kelahiran masih rendah. Alasannya untuk mengurus KTP, KK itu terbentur dana. Padahal pembuatan akta kelahiran itu gratis dan dimudahkan oleh pemerintah di daerah dan kota se Indonesia.

Kendala lain yang jadi alasan keluarga karena tidak mampu menyiapkan data. Padahal jika tercatat secara administrasi WNI maka harus punya KTP. Sebab itu masyarakat jangan takut berurusan dengan Disdukcapil. Perlu pula diketahui, bahwa Jika perempuan WNI menikah tetapi tidak resmi maka tidak memiliki akta pernikahan. Hal tersebut merugikan perempuan.

Sementara itu, Lucia Fidelia Wuwungan, ketua yayasan Tunas Mahardika BSD mengatakan, bahwa sebanyak 12 anak asuhnya kini sudah memiliki akta kelahiran resmi. Selama di asrama anak-anak hidup dari bantuan masyarakat. Dibina oleh ibu asrama dan ada lima petugas yang setiap hari mengurus panti asuhan. Ia memiliki anak asuh usia 7-11 tahun.

“Sebelum ini urusan birokrasi untuk membuat akta kelahiran masih awam dipahami. Sekarang anak asuh kami sudah mendapatkan akta kelahiran yang sangat bermanfaat bagi masa depan mereka kelak,” ucap Lucia.

Berdiri sejak 2005 lalu, panti asuhan yang dipimpinnya menampun anak-anak yang tidak diakui keluarganya. Mereka ditinggalkan di rumah sakit. Ada pula yang dengan sengaja ditinggalan di panti asuhan oleh orang tuanya. Demi menopang biaya hidup dan pendidikan nak-anak itu selama ini didapat dari sumbangan para donatur.

Anak-anak panti itu tidak hanya mendapatkan pendidikan formal. Tetapi juga mendapatkan pendidikan keterampilan lainnya. Diantaranya, les balet, piano, olah vokal dan futsal. Pada umumnya fisik mereka tampak sehat, namun ada tiga orang diantara yang sebagai anak berkebutuhan khusus. Mereka didampingi oleh supervisor yang berkeahlian khusus yang bertugas membina dan mendidik mereka hingga lulus sekolah. Menghantarkan anak-anak itu agar mampu hidup mandiri ketika dewasa kelak. (yer) 

______________________________________

Sumber: Indopos Cetak, Jakarta Raya, Kamis, 24 November 2016, Hal 15; Kesadaran Membuat Akta Kelahiran Rendah

 

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
4 + 1 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.

Berita

Seorang dokter sedang menanyakan data Calon Penerima Vaksin Covid 19
Kata Ombudsman soal Data Lansia untuk Vaksinasi
Dirjen Dukcapil Zudan Arif saat penandatanganan MoU
Data Dukcapil dan Program Vaksinasi Covid 19
Vaksin Covid 19
Bagaiamana Persiapan sebelum Vaksin?
Program Vaksinasi Massal sudah Dimulai Januari 2021
Cara Cek Sudahkah Terdaftar sebagai Penerima Vaksin?
Suasana perekaman KTP Elektronik di Blora pada masa pandemi
New Normal Perekaman KTP

Copyright © 2016.Institut Kewarganegaraan Indonesia, Wisma 46, Lantai 14, Ruang 14-16, Kota BNI, Jl Jenderal Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat (10220).