Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

IKI Inisiasi Seminar Peningkatan Pelayanan Adminduk melalui UPT

Aparatur sipil Negara (ASN) kabupaten Serang, khususnya para kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Dukcapil kabupaten Serang mengikuti seminar di Hotel Amaris Serang. Terdapat 17 kepala UPTD yang membawahi 29 kecamatan yang tersebar di seuruh Kab. Serang ini mengikuti Seminar dengan tema ‘Peningkatan Pelayanan Adminduk Melalui UPT Dinas dukcapil kepada masyarakat kabupaten serang.’

Seminar terkait pelayanan adminduk oleh UPTD ini diinisiasi oleh Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI).

"Ini sebagai wujud kepedulian IKI terhadap peningkatan kapasitas dan kompetensi para pejabat UPT Dinas Dukcapil yang baru beberapa bulan dibentuk secara serentak oleh ditjen dukcapil kemendagri di seluruh Indonesia," ujar peleliti Senior IKI, Swandy Sihotang kepada Tribunnews.com, Minggu (28/4/2019).

Sebagai pembicara dalam seminar, diantaranya Sekretaris III IKI Rofiqul Umam Ahmad, PLT Kepala Disdukcapil Kab. Serang, Jajang Kusmara dan Direktur Pencatatan Sipil Ditjen Ducapil Kemendagri Joko Mursito.

Sekretaris III IKI Rofiqul Umam Ahmad menyatakan bahwa pembentukan UPT ini sangat penting dan patut diapresiasi. IKI menilai UPT memiliki peran dan fungsi sangat strategis sebagai ujung tombak terdepan dalam memberikan pelayanan adminduk dari Disdukcapil kepada masyarakat di berbagai pelosok daerah.

Menurut Rofiq selama ini masyarakat di daerah merasa kesulitan untuk mendapat pelayanan adminduk karena untuk mengurus dokumen keendudukan seperti akta lahir, Kartu identitas anak, Pencatatan perkawinan harus ke kantor capil yang berkedudukan di kota kabupaten.

Dengan adanya UPT yang ditempatkan di wilayah kecamatan dan para pejabat UPT yang memiliki kewenangan untuk mengesahkan dokumen-dokumen kependudukan tersebut maka menjadi lebih mudah dijangkau oleh masyarakat yang tinggal di pedesaan.

Memang selama ini di tingkat kecamatan ada operator kecamatan yang memfasilitasi penngurusan dan pelayanan pembuatan dokumen kependudukan. Tetapi mereka hanya bisa memprosesnya saja untuk selanjutnya pengesahan dokumen tetap harus diajukan ke Disdukcapil di kabupaten. Namun kini dengan adanya UPT maka pengesahan dokumen bisa dilakukan oleh pejabat UPT Disdukcapil.

Joko Mursito, menambahkan bahwa kepala UPT atas nama UU diberikan otoritas tidak hanya mewakili pemerintah tetapi mewakili negara di dalam menerbitkan dokumen kependudukan.

Oleh karena itu, selain kompetensi, imbuh dia, seorang kepala UPT dituntut integritasnya. UPT Dinas Dukcapil meskipun bisa menandatangani dokumen2 kependudukan tapi tidak lepas dari koordinasi dibawah Kepala Disdukcapil.

Dia menjelaskan, Kepala UPTD bertugas memberikan pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Akan tetapi kewenangan kepala UPTD dibatasi pada domain pencatatan sipil. Dalam terminologi UU Adminduk, kata dia, mereka disebut sebagai Pejabat pencatatan sipil. UPTD sebagai pejabat pencatatan sipil ini memiliki hak untuk menandatangani dan mengesahkan dokumen-dokumen pencatatan sipil saja.

Pada sesi tanya jawab yang dipandu oleh Peneliti Senior IKI, Eddy Setiawan. Terungkap berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para kepala UPTD yang baru beberapa bulan menjalankan tugasnya itu.

Diantaranya yang menjadi kendala adalah masih banyaknya perilaku percaloan yang ditemui di lapangan. Ada pula hambatan birokrasi dari pihak operator di kantor kecamatan yang dirasa kurang mendukung dan seperti merasa tersaingi dengan kehadiran UPTD. Sebab dalam prinsip kerja UPTD mereka benar-benar menjamin pelayanan dokumen yang diberikan serba gratis, tanpa dipungut biaya apapun.

Sementara di lingkungan kecamatan masih ada operator yang ditengarai masih membebani warga dengan biaya-biaya yang tidak resmi. Perbedaan pelayanan ini membuat UPTD lebih diminati warga daripada pelayanan dari beberapa oknum operator di kecamatan.

Di samping itu juga ada pertanyaan seputar jaminan kesejahteraan para pejabat UPTD yang dirasa belum ideal, menimbang demikian beratnya tanggung jawab pejabat UPTD.

Salah satu presentasi yang menarik dihadirkan oleh Joko Mursito adalah pemutaran video tentang penerapan teknologi canggih yang bisa dinikmati oleh penduduk di Jepang. Dalam video itu menggambarkan bagaimana di masa depan segala kebutuhan warga Jepang dilayani dengan teknologi yang terintegrasi dengan teknologi IT, internet, robot dan akses digital.

Melalui Video itu Joko mursito ingin mendorong para pejabat UPTD agar berfikir lebih advance dan inovatif dalam memberikan pelayanan publik. Pelayanan kebutuhan penduduk di masa depan tidak bisa dihindarkan dari akses data kependudukan yang terintegrasi dengan berbagai teknologi informatika, dan itu ada di tangan Disdukcapil hari ini. Jadi masa depan itu sudah harus dimulai hari ini. Inovasi pelayanan harus dipikirkan dan diwujudkan, para pejabat UPTD tidak bisa bekerja as usual (biasa biasa saja) hanya menunggu laporan. Tetapi harus proaktif.

Joko Mursito berharap kepada IKI agar terus mengawal disdukcapil untuk bisa mendukung berkembangnya inovasi pelayanan.

Menjawab harapan Direktur tersebut, perwakilan IKI menjawab bahwa IKI telah memberikan pelatihan teknis customer service di tahun 2018 untuk para petugas front desk Disdukcapil se-Banten, juga pernah mengujicobakan aplikasi online yang dirancang tim IT IKI di kabupaten Lebak. Namun sepertinya pemanfaatanya masih belum optimal.

Di akhir acara oleh Eddy Setiawan, peneliti IKI, disimpulkan bahwa bahwa suatu ketika apa yang dilakukan oleh Dinas  Dukcapil hari ini yang berusaha membenahi sistem pendataan kependudukan Indonesia akan menjadi pondasi bagi pengembangan teknologi informasi dan pusat data base kependudukan yang akan bisa dikembangkan dalam pelayanan publik yang berbasis teknologi IT. (IKI/enr)

 

 

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
1 + 0 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.