Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

Dirjen Dukcapil: 10 Juta Masyarakat Belum Membuat KTP-El

10 Juta masyarakat seluruh Indonesia belum memiliki e-KTP. Masyarakat yang membuat e-KTP hingga 30 September 2016 bertambah 5 juta orang.

"Sisa perekaman per 30 September kemarin sudah dapat 5 juta (orang). Yang belum merekam sekitar 10 juta (orang) lagi," ujar Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh usai menghadiri Seminar Nasional Dharma Wanita Persatuan (DWP) bertajuk "Peran DWP Mendukung Sukses Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)" di Auditorium Manggala Wanabakti, Jalan Jenderal Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (4/10/2016).

Menurut Zudan, kini pihaknya sudah merekam 92-93 persen e-KTP. Karena itu, hanya tinggal 7-8 persen orang se-nasional yang belum merekam. Zudan menambahkan, dana yang dikeluarkan untuk merekam e-KTP Rp 305 miliar. Dana tersebut sempat ditahan Kemenkeu.

"Sekarang sudah dibuka blocking-nya. Nanti dari dana tersebut bisa untuk memenuhi 17 juta blanko," ucap dia.

Sedangkan akte kelahiran, lanjut Zudan, hingga kini pencatatan sudah mencapai 75 persen. Pencatatan tersebut lebih cepat dari target. "Target (kita) sampai Desember dan sudah tercapai di 30 Agustus 2016. Mudah-mudahan dapat menjangkau lebih tinggi. Kan target tahun ini 77,5 persen," ucap dia.

Kemendagri memutuskan bahwa tenggat waktu untuk pengurusan e-KTP pada pertengahan 2017. Mendagri Tjahjo Kumolo pada (3/10/2016) kemarin mengingatkan agar semua warga negara yang sudah berusia 17 tahun untuk segera melakukan perekaman data e-KTP. e-KTP penting untuk pengurusan berbagai hal mulai dari perbankan hingga BPJS.

Apabila sampai pertengahan 2017 tak juga melakukan perekaman data e-KTP, Kemendagri tak mau disalahkan jika mereka tak mendapatkan KTP elektronik. Namun Tjahjo menegaskan bahwa meski belum punya e-KTP warga negara yang sudah berusia 17 tahun tetap bisa menggunakan hak pilih mereka di Pileg dan Pilpres 2019. (NWY/FDN)

_______________________________

Sumber: http://news.detik.com/berita/d-3312891/dirjen-dukcapil-10-juta-masyaraka...

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
2 + 7 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.

Berita

Suasana perekaman KTP Elektronik di Blora pada masa pandemi
New Normal Perekaman KTP
Peneliti Senior Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) Prasetyadji bersama Staf IKI Indah Widiyani, Risma Nuraini dan Yesaya sedang membantu pengisian berkas permohonan akta kelahiran bagi anak-anak Panti Asuhan Griya Asih, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, di Sekretariat IKI Wisma46 Lantai 14 Kota BNI, Jalan Jenderal Sudirman Kav 1 Jakarta, untuk diserahkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Propinsi DKI Jakarta. 4/2/2020.
Lahir dan Besar di Panti Asuhan
Sapto BW didampingi Sofian mewakili Dinas Dukcapil Propinsi DKI Jakarta menyerahkan akta kelahiran warga pemulung kepada Peneliti IKI Swandy Sihotang didamping Prasetyadji, di Jakarta 28/1/2020.
IKI Dukung Disdukcapil DKI Jakarta Fasilitasi Komunitas Pemulung & Anak Jalanan
Sekjen MPR RI Apresiasi IKI Terbitkan Buku Risalah Pembentukan UU Kewarganegaraan
Begini Cara Kerja Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri

Copyright © 2016.Institut Kewarganegaraan Indonesia, Wisma 46, Lantai 14, Ruang 14-16, Kota BNI, Jl Jenderal Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat (10220).